Strategi dan Analisa Gugus Tugas PPC Bone, Hingga Dampak Terburuk

Jumat, 17 April 2020 10:44

FAJAR.CO.ID, BONE — Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 Bone telah menyiapkan berbagai cara dalam penanganan pandemi ini. Bahkan, hingga dampak terburuk pun sudah dipikirkannya.

Sekretaris Tim Satgas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 (PPC-19), Dray Vibrianto mengatakan, strategi penggunaan anggaran di Kabupaten Bone dalam penanganan Covid-19 menggunakan prinsip money follow function. Pengalokasian anggaran harus didasarkan pada fungsi masing-masing unit atau satuan kerja yang telah ditetapkan undang-undang.

Kata dia, dalam alokasi anggaran pertama untuk penanganan Covid-19 senilai Rp1,5 miliar. Di fase 14 hari pertama itu peruntukan anggaran Rp1,2 miliar digunakan untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Rp300 juta untuk penyiapan gugus tugas.

“Outputnya adalah ketersediaan APD minimal di rumah sakit dan puskesmas sebagai ujung tombak kita,” katanya saat ditemui Jumat (17/4/2020).

Untuk fase 14 hari kedua kata Kalaksa BPBD Bone itu sudah mulai muncul dampak ekonomi dari kebijakan pembatasan yang dilakukan pemerintah. Oleh karenanya ada beberapa hal yang harus disiapkan.

Pertama, penguatan gugus tugas kabupaten, kecamatan, desa dan perbatasan. Karena itu, sebagai bagian strategi dalam penanggulangan Covid-19. Kedua, penguatan sistem keamanan seperti yang dilakukan Satpol-PP, Polri, TNI, Dishub dalam memberikan imbauan.

Ketiga, mempersiapkan dampak kesehatan. Di fase 14 hari kedua ini, bidang kesehatan harus lebih siap dari fase sebelumnya. Fasilitas seperti alat ventilator dan ruang isolasi sudah harus tersedia. Keempat kesiapan ekonomi. Jaring Pengaman Sosial (JPS) harus siap dan sifatnya harus cepat. Misalnya ketika terjadi kelaparan, harus segera ada bantuan tunai langsung dari pemerintah.

Komentar