Tunjuk Teuku Riefky Harsya Sekjen dan Nur Azizah Wasekjen, Ini Alasan AHY

Jumat, 17 April 2020 11:18

Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjuk Teuku Riefky Harsya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat periode 2015-2020. Dia menggantikan posisi Hinca Panjaitan. Dalam struktur kepengurusan sebelumnya (2015-2020), Riefky menempati posisi sebagai Wakil Sekjen.

Riefky akan dibantu oleh 10 Wakil Sekjen dalam menjalankan tugasnya. Dari 10 Wasekjen itu, ada putri Wapres Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah. Selain Nur Azizah, ada pula Andi Timo Pangeran, Puta Supadma, Renanda Bachtar, Ingrid Kansil, Muhammad Rifai Darus, Jansen Sitindaon, Imelda Sari, Irwan, dan Agust Jovan Latuconsina.

Nama Siti Nur Azizah diumumkan oleh AHY. “Total ada sepuluh posisi Wasekjen,” kata AHY saat mengumumkan pengurus harian Partai Demokrat pada Rabu (15/4) malam. Siti Nur Azizah menjelaskan alasannya bergabung di partai berlambang Mercy tersebut. “Ini adalah salah satu bentuk keseriusan terjun ke dunia politik,” ujar Nur Azizah, Kamis (16/4).

Sejak mundur sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 2019, banyak partai yang menawarinya bergabung. Dia mengaku banyak pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan bergabung ke Demokrat. Alasannya, Nur Azizah tertarik dengan hasil Kongres V Partai Demokrat. Di mana AHY, seorang anak muda, terpilih memimpin partai tersebut.

Nur Azizah optimistis dapat memperkuat posisi Demokrat di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, dia yakin dengan maju dalam Pilkada Tangerang Selatan, akan memperkuat posisi Demokrat di tingkat lokal. “Partai Demokrat punya potensi yang besar. Dengan sedikit sentuhan, Insya Allah partai ini akan kembali bangkit,” tegasnya.

Dia menilai, Demokrat merupakan partai yang mendukung kaum muda untuk maju dalam gelanggang politik. “Partai Demokrat dengan ketua umum termuda se-Indonesia. Karena itu, kita wajib mendukungnya. Ini gagasan penting untuk regenerasi politik di Indonesia. Generasi lama dan generasi muda itu harus sambung-sinambung, saling mendukung,” ucapnya.

Selain itu, Demokrat dianggap cocok dengan latar belakang Nur Azisah sebagai putri ulama. Demokrat merupakan partai berideologi nasionalis-religis. Hal itu baginya akan memudahkan terjun ke masyarakat lintas agama, suku, bangsa dan golongan.

Dia mengaku tak ada tekanan dari pihak manapun. Selain itu, dirinya yakin sang ayah, Wapres Ma’ruf Amin akan menghormati keputusan tersebut. “Demokrat itu pilihan politik rasional saya. Sehingga saya memutuskannya secara mandiri. Tanpa tekanan dari pihak manapun. Insya Allah sepanjang itu diniatkan untuk kebaikan, orangtua tentun akan menghormati dan mendukung keputusan ini,” pungkasnya.

Sementara soal posisi Sekjen yang baru, AHY menyebut Riefky merupakan Wakil Komandan Satuan Tugas Bersama (Wakogasma) Partai Demokrat tahun 2018-2019. Saat itu, AHY sendiri menjadi Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma). “Dia adalah kader lama Partai Demokrat yang mulai meniti karir dari bawah sejak 2011,” jelas AHY.

Riefky memulai karir politiknya sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jakarta Pusat. Sekarang Riefky menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Dia sudah terpilih menjadi anggota DPR RI selama empat periode. Terhitung sejak 2005 sampai sekarang.

Selain itu, AHY juga merampingkan jumlah departemen dalam struktur kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2020-2025. Departemen yang semula berjumlah 65 di struktur DPP yang lalu, divalidasi dan dirampingkan menjadi 11 departemen.

AHY menunjuk Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR Benny K Harman sebagai dua dari enam Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. “Pada posisi wakil ketua umum terdiri dari enam orang sebagai representasi dari enam wilayah besar di Indonesia. Yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua,” terang AHY.

Selain Ibas dan Benny, AHY juga menunjuk tiga anggota DPR sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. Mereka adalah dua orang Anggota Komisi XI DPR. Yakni Marwan Cik Hasan dan Vera Febyanthy serta satu Anggota Komisi V DPR Willem Wandik. Terakhir, AHY menunjuk satu perwakilan lembaga eksekutif yaitu Bupati Malinau, Kalimantan Utara, Yansen Tipa Padan sebagai waketum.

Enam Waketum tersebut adalah eselon pembantu pimpinan (ketua umum) Partai Demokrat dalam struktur kepengurusan DPP periode 2020-2025 bersama Sekjen, wasekjen serta Bendahara Umum Partai Renville Antonio dengan delapan wabendum. AHY menegaskan pemilihan tersebut telah dipikirkan dengan matang guna memastikan rancang bangun organisasi yang adaptif sesuai tantangan politik di masa mendatang. “Intinya, orang tersebut tepat. Berada di tempat yang tepat dalam waktu yang tepat. Setiap hari saya pelajari satu persatu, kekurangan dan kelebihan dan juga saya lakukan komunikasi secara khusus. Tujuannya agar keputusan saya objektif,” urainya.

Secara umum, susunan pengurus DPP Partai Demokrat terdiri dari pengurus harian berjumlah 100 orang terdiri dari eselon pimpinan (ketua umum), eselon pembantu pimpinan dan eselon pelaksana. Sedangkan pengurus pleno berjumlah 200 orang, yakni 100 orang pengurus harian ditambah 100 orang lainnya.

AHY mengatakan usia pengurus DPP Partai Demokrat yang termuda adalah 22 tahun dan yang tertua adalah 60 tahun. “Tidak ada rangkap jabatan dalam struktur partai. Apakah itu rangkap jabatan antareselon, maupun juga di dalam eselon yang sama. Dengan demikian, mereka bisa fokus pada peran dan posisi masing-masing,” bebernya.

Para senior yang tidak masuk struktur kepengurusan DPP Partai Demokrat, akan diperankan dalam struktur lainnya. Yaitu di majelis tinggi partai, dewan pertimbangan partai, dewan kehormatan partai, dan mahkamah partai. “Kami tentu tetap membutuhkan peran serta kontribusi pemikiran, termasuk juga masukan-masukan yang berarti dari para kader senior Partai Demokrat,” pungkas AHY. (fin)

Bagikan berita ini:
5
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar