11 Jam Jenazah Pasien Covid-19 Terlantar, Ambulans Datang Jam 9 Malam

Sabtu, 18 April 2020 13:52

Petugas medis membawa jenazah yang meninggal karena corona. Foto: REUTERS/Andrew Kelly

Sekko Padang Amasrul menyebutkan bahwa kuburan jenazah tersebut baru selesai digali di Bungus pada malam hari karena terkendala hujan deras pada siangnya.

Di samping itu, ada petugasnya yang memakamkan jenazah di Solok.

“Alhamdulillah sekarang sudah selesai, dan ambulans sudah meluncur. Mohon maaf kalau kami terlambat bekerja karena petugas kami tadi ke Solok menguburkan pasien Covid-19 di Solok,” ujar Amasrul pukul 19.46 WIB.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Elvera menginformasikan bahwa ambulans sudah datang.

Lambannya penanganan jenazah itu mendapat sorotan dari para relawan GWA Kawal Covid-19 Sumbar yang terdiri dari dokter, jurnalis, pengacara dan akademisi.

Apalagi sebelumnya Gubernur Sumbar dalam instruksinya kepada bupati dan wali kota telah menginformasikan bahwa tidak boleh ada penolakan terhadap jenazah pasien Covid-19.

“Kalau Kota Padang sudah menunjuk kawasan Bungus sebagai lokasi, maka harus disosialisasikan ke rumah sakit. Apabila keluarga minta dimakamkan di tanah keluarga, tidak masalah. Jangan sampai terjadi kesimpangsiuran informasi dan ketidaktahuan keluarga korban,” ujar Sekjen DPP IKA Unand Prof Reni Mayerni.

Deputi Kajian Strategis Lemhanas itu meminta harus ada sinkronisasi antara kesepakatan yang dibuat pemkab dan pemko dengan gubernur.

Misalnya, pemko sudah menetapkan kawasan Bungus, tapi di surat gubernur dibolehkan sesuai kesepakatan keluarga.

Dalam Instruksi Gubernur Sumbar Nomor 360/035/COVID-19-SBR/IV-2020 juga disebutkan bahwa jenazah pasien harus segera dimakamkan dalam waktu empat jam setelah dinyatakan meninggal.

Komentar