Dua Warga Jadi Korban Salah Tempak di Papua, KontraS Minta Dibentuk Tim Independen

Sabtu, 18 April 2020 11:58

Prajurit TNI dan Polri di Papua

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dua warga sipil korban salah tembak meninggal dunia di Papua. Keduanya ditembak aparat keamanan lantaran disangka anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sejumlah organisasi HAM menuntut pengusutan oleh tim independen terhadap kasus tersebut.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani mendesak pembentukan tim independen untuk mengungkap kasus penembakan dua pemuda Papua tersebut.

“KontraS mendesak pertanggungjawaban negara atas dugaan tindakan pembunuhan secara sewenang-wenang dan penyalahgunaan senjata api terhadap warga sipil di Mimika, Papua,” terang Yati melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (17/4/2020).

Selama sepekan belakangan tercatat tiga warga sipil diduga ditembak aparat kemanan di areal PT Freeport Indonesia. Yati mengatakan, satu di antaranya bahkan masih di bawah umur.

“Korban atas nama MM (16 tahun) meninggal akibat luka tembak di Jalan Trans Timika, Papua masih pada hari yang sama (13/4),” imbuh Yati.

Sedangkan dua korban lainnya adalah Ronny Wandik (23) dan Eden Armando Debari (19).

Peristiwa tersebut, kata Yati, menambah panjang daftar dugaan peristiwa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Papua. Pendekatan keamanan yang dilakukan pemerintah di Papua, sebagai dalih untuk pengamanan dan perlindungan warga Papua, dinilai Yati, justru menyebabkan masyarakat sipil menjadi korban.

Komentar