Dua Warga Jadi Korban Salah Tempak di Papua, KontraS Minta Dibentuk Tim Independen

Sabtu, 18 April 2020 11:58

Prajurit TNI dan Polri di Papua

“Peristiwa serupa terus berulang, karena tidak ada efek jera dan impunitas yang terus terjadi di Papua,” imbuh Yati.

Termasuk memastikan institusi TNI/Polri ataupun pihak-pihak dari Polri/TNI tidak melakukan tindakan yang bertujuan untuk menutup pertangggunjawaban kasus ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid membeberkan, Ronny Wandikdan Eden Armando Debari tewas ditembak aparat kemanan saat hendak menangkap ikan di areal Mile 34 Distrik Kwamki Narama, Timika Papua, Senin (13/4).

“Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari keluarga korban, kedua korban pergi untuk menangkap ikan di Kali Biru dengan membawa peralatan menangkap ikan (kaca molo dan senapan tembak ikan),” katanya.

Ronny dan Eden disebut berada di Kali Biru sejak pagi hingga sekira pukul 14.00 WIT. Usman melanjutkan, tak lama kemudian keduanya didatangi sejumlah Satuan Tugas Penegak Hukum (Satgas Gakum) TNI. Tanpa bertanya, masih tutur Usman, sejumlah aparat itu langsung melepaskan tembakan ke arah keduanya, sehingga keduanya tewas.

“Anggota Satgas Gakkum TNI diduga menembak kedua korban karena berasumsi bahwa keduanya merupakan anggota kelompok kriminal separatis bersenjata yang hendak menyerang PT Freeport Indonesia di Timika,” terang Usman.

Usman mengatakan aparat keamanan tidak mampu menunjukkan bukti asumsi tersebut. Sementara kerabat korban Kris Ohee menjelaskan kedua korban bukanlah anggota OPM. Mereka, sambung Kris, hanya sering mencari ikan di sekitar sungai tersebut.

Bagikan berita ini:
7
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar