Dua Warga Jadi Korban Salah Tempak di Papua, KontraS Minta Dibentuk Tim Independen

Sabtu, 18 April 2020 11:58

Prajurit TNI dan Polri di Papua

Saat menemui keluarga korban penembakan di kamar jenazah RSUD Mimika, Kapolda Papua, Irjen Polisi Paulus Waterpauw, mengakui bahwa situasi dan kondisi keamanan di wilayah Mimika sedang kurang kondusif akibat dari adanya sekelompok orang yang bersenjata melakukan aksi kekerasan secara masif kepada aparat TNI dan Polri, dan karyawan PT. Freeport Indonesia.

Sehingga, menurut dia, sejumlah satuan tugas ditugaskan di wilayah Mimika, termasuk di area pertambangan PT Freeport Indonesia sebagai salah satu obyek vital nasional. Dia juga beralasan, situasi yang begitu terbuka membuat sulit membedakan anggota kelompok kriminal bersenjata dengan biasa.

Atas kejadian ini, Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, berjanji untuk membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab kematian kedua korban di Mile 34 secara tuntas. (irf/gw/fin/fajar)

Bagikan berita ini:
4
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar