Mencari Harapan di Balik Amuk Korona

Sabtu, 18 April 2020 16:42

Ilustrasi virus corona. (medsos)

Oleh: Yusriadi

WABAH itu bernama Covid-19. Umumnya dikenal virus korona. Mengubah segalanya. Semua sektor terpukul.

Pemerintah bahkan sudah memprediksi kemungkinan terburuknya, sepanjang tahun ini pertumbuhan ekonomi bisa minus jadi 0,4 persen. Tak tumbuh. Ambruk.

Sektor tenaga kerja, juga diprediksi bakal loyo. 80 persen lebih karyawan akan kehilangan pekerjaannya. Kemiskinan sangat rentan. Bertambah jutaan orang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), secara total, penduduk miskin di Indonesia mencapai 24,7 juta jiwa per September 2019. Angka ini merepresentasikan 9,22 persen dari total penduduk di Indonesia. Kemenkeu yang digawangi Sri Mulyani Indrawati, sudah menerawan akan ada tambahan penduduk miskin baru sebesar 3,78 juta orang. Tragis.

Fakta-fakta masa sulit di depan mata makin nyata. Di Sulsel sudah cukup terasa. Per 17 April, laporan se-Sulsel sudah 11.598 orang pekerja yang dirumahkan dan di-PHK.

Terdiri atas 11.273 pekerja di rumahkan dan 325 pekerja PHK. Berasal dari 864 perusahaan yang terdampak Covid-19. (Sumber: Disnakertrans Sulsel)

Jelas mengkhawatirkan. Semua was-was dengan kondisi ini, apalagi belum diketahui sampai kapan.

* Pemerintah tentu sudah menyiapkan sejumlah kebijakan. Beragam stimulus diluncurkan. Akan tetapi, semua itu belum bisa jadi jaminan. Entah bikin tenang atau makin khawatir. Campur aduk.

Pada draf refocusing dan realokasi anggaran pemerintah daerah untuk penanganan Covid-19, disebutkan ada Rp56,57 triliun disiapkan. Wah sekali.

Komentar


VIDEO TERKINI