Susah Kuliah Online dari Kampung, Mahasiswa Minta Kebijakan Khusus

Sabtu, 18 April 2020 12:11

Mahasiswa sedang melakukan kuliah online.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sistem kuliah online akibat virus corona masih berlangsung. Sebagian mahasiswa memilih pulang ke kampung bertemu dengan keluarganya.

Syahrul Khair, mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Unismuh Makassar merasakan itu. Selain dapat berkumpul dengan keluarga, kendala jaringan saat kuliah online kadang yang sulit dihadapi.

“Kuliah online juga ini sebenarnya ada plus dan minusnya. Plusnya kita masih bisa bersama keluarga. Minusnya kita terkendala dengan akses jaringan, baru kerja tugas itu harus juga deadline,” kata dia, Sabtu (18/4/2020).

Bahkan beberapa temannya merasakan hal yang sangat memperihatinkan. Yang tinggal di daerah pelosok, sangat sulit melakukan kuliah dalam jaringan itu.

Mahasiswa asal Kabupaten Jeneponto itu berharap, ada kebijakan dari pihak kampus terkait masalah tersebut. Mahasiswa yang kuliah di universitas berjuluk Kampus Biru itu diberikan subsidi, untuk tetap bisa belajar melalui jaringan internet.

Kebijakan itu berdasarkan surat edaran nomor 283/05/C.5-II/IV/41/2020, yang ditandatangani oleh Rektor Unismuh, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim pada 3 April 2020.

Dalam surat itu dijelaskan, berdasarkan hasil rapat pimpinan Unismuh Makassar hari Rabu tanggal 1 April 2020 dan memperhatikan pencegahan penyebaran covid-19, dengan dibelajarkan mahasiswa di rumah masing-masing (pembelajaran daring).

Maka ditetapkan bahwa seluruh mahasiswa Unismuh yang terdaftar di semester genap tahun ajaran 2020/2021, diberikan kuota subsidi kuota paket senilai Rp250 ribu per mahasiswa sampai covid-19 dinyatakan berakhir atau pulih kembali, dengan cara pemotongan atau pengurangan pembayaran BPP semester ganjil 2021.

Bagikan berita ini:
4
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar