WHO: Yang Pernah Covid-19, Berpotensi Bisa Terulang

Sabtu, 18 April 2020 20:29

FAJAR.CO.ID — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan orang yang telah sembuh dari Covid-19 belum tentu memiliki imunitas atau kekebalan.

Ahli epidemiologi senior dari WHO, Maria van Kerkhove mengatakan tidak ada bukti bahwa seseorang yang telah terinfeksi virus corona tidak dapat terinfeksi lagi.

Pernyataan tersebut menanggapi pembelian 3,5 juta alat tes serologi oleh pemerintah Inggris untuk mengukur kadar antibodi terhadap Covid-19 dalam plasma darah.

“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa penggunaan tes serologis dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki kekebalan atau dilindungi dari infeksi ulang,” kata Kerkhove.

Banyak dari tes yang dikembangkan adalah tes darah yang mirip dengan tes HIV instan dan mengukur peningkatan kadar antibodi yang digunakan tubuh untuk melawan virus.

“Tes antibodi ini akan dapat mengukur tingkat seroprevalensi atau tingkat antibodi terhadap patogen dalam darah. Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa seseorang dengan antibodi berarti mereka kebal,” ujar Kerkhove.

Dilansir dari Sky News, Kerkhove mengatakan ada banyak negara yang menyarankan menggunakan tes serologi diagnostik cepat untuk dapat mengidentifikasi apa yang mereka pikir akan menjadi ukuran kekebalan.

Kerkhove mengatakan banyaknya tes sedang dikembangkan memang baik, tetapi ia mengatakan tes-tes ini perlu divalidasi agar memberikan kejelasan indikator yang diukur dalam tes tersebut.

“Apa yang akan dilakukan dengan tes ini akan mengukur tingkat antibodi. Tes ini mengukur respons bahwa tubuh memiliki satu atau dua minggu kemudian setelah mereka terinfeksi virus ini,” kata Kerkhove seperti dilansir dari CNBC.

Komentar


VIDEO TERKINI