Ancaman Keras Trump Jika China Sengaja Membahayakan Dunia: Harus Ada Konsekuensinya

Minggu, 19 April 2020 12:43

Presiden Amerika Donald Trump. Foto: AFP

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan China jika mereka ketahuan bertanggung jawab atas wabah Covid-19. Menurutnya, ada konsekuensi yang harus ditanggung negara komunis itu jika memang secara sadar mengetahui mereka bertanggung jawab.

Sebelumnya, Trump menyatakan kekecewaannya atas penanganan penyakit coronavirus (COVID-19) oleh China. Ia menuduh China tidak transparan dan awalnya tidak bekerja sama dengan AS dalam masalah ini. “Jika mereka secara sadar bertanggung jawab, ya, maka harus ada konsekuensinya,” katanya kepada wartawan di konferensi pers Gedung Putih, Sabtu waktu setempat sebagaimana dikutip dari India Today.

Trump mengatakan hubungannya dengan negara itu sangat baik sampai Covid-19 mewabah. “Hubungannya baik ketika kami menandatangani itu, tapi kemudian, tiba-tiba, kamu mendengar tentang ini. Jadi, itu perbedaan besar. Anda tahu, pertanyaan itu diajukan apakah Anda akan marah pada China. Yah, jawabannya sangat mungkin ya, tapi itu tergantung,” jelas Trump.

Presiden menggarisbawahi bahwa ada perbedaan besar antara kesalahan yang di luar kendali atau sesuatu yang dilakukan dengan sengaja. “Dalam kedua peristiwa itu, mereka seharusnya membiarkan kami masuk. Anda tahu, kami meminta untuk masuk lebih awal dan mereka tidak menginginkan kami masuk. Saya pikir mereka tahu itu adalah sesuatu yang buruk dan saya pikir mereka malu,” tegas Trump.

Dia mengklaim bahwa China sedang bertarung untuk mantan wakil presiden Joe Biden, yang merupakan calon presiden Partai Demokrat untuk pemilihan presiden mendatang. “Jika Joe Biden yang menang, Cina akan memiliki Amerika Serikat,” ujar Trump.

Ia juga mengatakan krisis coronavirus telah melukai semua orang. Namun, ia percaya AS tidak akan goyah. “Kami memiliki ekonomi terbesar di dunia sejauh ini. Cina bahkan tidak bisa mendekati. Dan kita akan tetap seperti itu,” katanya.

Setelah memperingatkan China, Trump lantas menyinggung kondisi Iran. Ia menegaskan bahwa Iran sekarang merupakan negara yang jauh berbeda dari sebelumnya. “Ketika saya pertama kali masuk, Iran akan mengambil alih seluruh Timur Tengah. Saat ini, mereka hanya ingin bertahan hidup,” tandasnya.

Sementara itu, laporan yang dikutip dari Stars and Stripes menyebutkan bahwa pabrikan di AS mengirim jutaan masker dan peralatan medis pelindung lainnya ke China pada Januari dan Februari. Sebuah ulasan Washington Post tentang data ekonomi dan dokumen internal pemerintah kemudian menggarisbawahi kegagalan pemerintahan Trump untuk mengenali dan mempersiapkan diri menghadapi ancaman pandemi yang terus meningkat.

Dalam dua bulan itu, nilai masker pelindung dan barang-barang terkait yang diekspor dari Amerika Serikat ke China naik lebih dari 1.000% dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu – dari $ 1,4 juta menjadi sekitar $ 17,6 juta. Demikian pula, pengiriman ventilator dan pakaian pelindung melonjak tiga digit.

“Alih-alih mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan, mereka mengabaikan saran dari satu demi satu ahli. Orang-orang saat ini, seperti yang kita bicarakan, sedang sekarat karena persediaan APD yang tidak memadai,” kata Perwakilan D-Texas, Lloyd Doggett. (amr)

Komentar


VIDEO TERKINI