Makassar Segera PSBB, Begini Saran Sosiolog UNM

Minggu, 19 April 2020 08:21

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kota Makassar akan berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 24 April hingga 7 Maret 2020 mendatang, hal tersebut untuk mencegah penyebaran covid 19 yang kian mengkhawatirkan. 

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Syukur, Sosiolog Universitas Negeri Makassar (UNM) mengatakan model PSBB yang ideal yaitu social distanching dan physical distanching diperketat, di mana setiap orang dibatasi pergerakannya untuk keluar rumah, tidak boleh berkumpul dalam jumlah lebih 3 orang. 

“Setiap rumah rumah tangga diberikan kartu izin keluar rumah jika mereka memiliki keperluan yang mendesak, jika tidak membawa kartu izin keluar, maka tidak diperkenankan bepergian,” ujarnya, Sabtu (18/4/2020).Syukur menuturkan, setiap tempat penjualan barang kebutuhan pokok (pasar, toko yang menjual kebutuhan pokok) tetap harus dibuka dengan syarat protokol terkait social distanching dan physical distanching harus dijalankan. 

“Pasar dan toko-toko tersebut harus diawasi oleh aparat (TNI dan POLRI) untuk memastikan tidak ada masyarakat yang memborong barang kebutuhan pokok, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk tetap menjaga jarak. Setiap orang keluar rumah wajib memakai masker,” katanya. 

Lebih jauh ia mengatakan, perlu pemetaan secara tepat jumlah masyarakat miskin dan rentang miskin untuk ketepatan sasaran bantuan. Kelompok yang rentang miskin seperti para pekerja yang dirumahkan dan tidak memperoleh upah, karyawan/buruh yang mengalami PHK, masyarakat yang kehilangan pendapatan harian karena harus tinggal di rumah.

Bagikan berita ini:
4
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar