Suka Duka Petugas Covid-19 Perbatasan, Tahan Sakit dan Berdebat dengan Pendatang

Minggu, 19 April 2020 19:16

FAJAR.CO.ID, BONE — Ada banyak suka duka petugas Covid-19 di perbatasan Bone. Mereka rela meninggalkan keluarganya. Memastikan agar wabah ini tidak masuk dan Bone tetap zero Covid-19.

Kerja demikian tidaklah mudah. Jika panas mereka harus rela keringatan selama berjam-jam. Hujan sekali pun tak dipedulikan. Tetap berdiri di pinggir jalan. Menghentikan kendaraan yang dari luar.

Sore itu Minggu (19/4/2020), posko perbatasan Bone- Soppeng diguyur hujan. Deras sekali. Beberapa petugas tetap stay berdiri di tengah jalan. Bajunya sudah basah. “Ya beginilah kita setiap hari. Panas hujan tetap berdiri,” ungkap salah seorang petugas Dishub Bone, Andi Armin.

Mereka memang jauh-jauh dari Kota Watampone seakan tak ada lelahnya. Alasannya sederhana. Misi kemanusiaan. Tidur pun tidak. Sakit juga harus ditahan. “Mau bagaimana lagi walaupun ngantuk untuk tidur, tidak ada juga tempat untuk tidur,” sambung anggota Dishub Bone lainnya, Yahya.

Yahya bercerita. Kalau baju sudah terlanjur basah hanya dipakai basah saja. Jika kedinginan tinggal mengambil jaket. Itupun tidak istirahat. Bahkan sakit harus ditahan. “Sakit perut, sakit kepala harus ditahan. Mata juga susah terpejam,” kelakarnya.

Di pos perbatasan selain Dishub ada juga TNI, Polri, serta tambahan anggota Brimob Batalyon C Pelopor. Raut wajah mereka tetap bersemangat. Selalu tersenyum. Meski mendapatkan pendatang yang merasa paham sekali dengan aturan.

Komentar


VIDEO TERKINI