TPP Dipotong 30 Persen, Hasanuddin Leo Bilang ASN Jangan Loyo

Minggu, 19 April 2020 19:45

Anggota DPRD Makassar Hasanuddin Leo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Anggota Komisi B bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo memandang wajar adanya pengurangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar 30 persen.

Di masa bencana nasional seperti ini, dirasa wajar TPP dikurangi karena itu sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

“Apa yang dilakukan Pj Wali Kota bisa diterima dan rasional,” kata Hasanuddin Leo di Kantor DPRD Makassar, Jumat (17/4/2020).

“Saya kira ini kondisi darurat memang, TPP sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah, sementara kondisi keuangan sedang anjlok. Objek retribusi dan pajak tutup. Misalnya hotel buka tapi sunyi, kemudian restoran dan rumah makan tutup. Ekonomi lumpuh karena corona,” paparnya lagi.

Menurutnya, pendapatan daerah menurun signifikan. Seluruh anggaran direlokasi untuk penanganan corona. Sementara roda ekonomi perlahan mandek, usaha-usaha banyak tutup serta tingkat daya beli masyarakat merosot tajam.

“Sehingga penurunan itu sangat signifikan. Di sisi lain tpp itu kan pemasukan dari pajak daerah. Karena TPP itu tergantung dengan keuangan daerah,” terangnya.

Politisi PAN itu memastikan hanya TPP yang mengalami pengurangam, sedangkan gaji ASN tidak akan ada pemotongan.

“Terkait pemotongan gaji tidak. Cuma untuk mengantisipasi covid-19 sehingga banyak penganggaran yang direlokasi sehingga akan ada penyesuaian. Jadi gaji tidak,” tegasnya.

Ia berharap meski TPP ASN dipotong 30 persen, kinerja ASN dalam melayani masyarakat tidak kendur atau tidak loyo dan berjalan semestinya.

Komentar