Amankah Berpuasa Saat Pandemi Covid-19?

Senin, 20 April 2020 11:27

Bambang Budiono

OLEH: Bambang Budiono

(Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Pemerhati Masalah Kesehatan)

Sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di Dunia, Ramadan adalah bulan yang ditunggu tunggu. Puasa Ramadan wajib untuk umat muslim, terkecuali jika sakit dan dianjurkan oleh dokter untuk tidak berpuasa. Kini, tersebar ‘broadcast’ di media sosial yang menyampaikan agar masyarakat sering minum agar mukosa di sekitar rongga mulut tidak kering sehingga tak mudah terinfeksi Covid-19. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah aman menjalankan ibadah puasa di saat wabah berada pada puncaknya? Para ahli mengatakan bahwa air minum tentu dapat mencegah dehidrasi, tetapi tidak akan mencegah siapa pun terkena infeksi Covid-19. William Schaffner, seorang ahli penyakit menular di Vanderbilt University, mengatakan bahwa minum lebih banyak air tidak akan mencegah siapa pun terjangkit virus.

Di sisi lain, berbagai penelitian memperlihatkan, puasa bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Artinya, menarik melihat bagaimana fenomena tubuh merespons kondisi puasa. Dari sejumlah penelitian memperlihatkan berpuasa dapat meregenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh, bahkan pada orang tua. Para peneliti mengatakan puasa “mengaktifkan saklar regeneratif” yang mendorong sel punca untuk membuat sel darah putih baru, yang pada dasarnya meregenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Dengan kata lain menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak atau tua, bagian yang tidak efisien, selama puasa.

Menurut Prof. Valter Longo, Profesor Gerontologi dan Ilmu Biologi di University of California, ini memberi sinyal ‘OK’ bagi sel punca untuk terus berkembang biak dan membangun kembali seluruh sistem kekebalan tubuh. Namun demikian, beberapa peneliti lain menyatakan, bukan puasa itu sendiri yang merangsang peningkatan sistem pertahanan tubuh, tetapi asupan nutrisi pasca puasa lah sebenarnya yang melakukan.


Uji coba

Komentar


VIDEO TERKINI