Amankah Berpuasa Saat Pandemi Covid-19?

Senin, 20 April 2020 11:27

Bambang Budiono


Selama beberapa dekade, para ilmuwan dan dokter telah berspekulasi tentang efek perilaku penyakit tertentu, yang menyerupai orang sedang berpuasa, pada sistem kekebalan tubuh dan perjalanan penyakit. Untuk menyelidiki fenomena ini, tim peneliti Yale, yang dipimpin ahli imunobiologi Ruslan Medzhitov, mengamati dampak nutrisi pada tikus yang terinfeksi virus atau bakteri umum. Menurut Medzhitov, ketika hewan terinfeksi, mereka menjadi malas makan dan beralih ke mode metabolisme puasa. Pertanyaannya adalah apakah metabolisme puasa bersifat protektif atau merugikan. Ketika para peneliti memberi makan hewan-hewan itu, mereka menemukan bahwa mereka yang terinfeksi virus selamat, tetapi yang terinfeksi bakteri terjadi perburukan akibat penyakit itu dan berakhir dengan kematian.

Dengan menguji nutrisi individu (lemak, protein, dan glukosa), mereka menentukan bahwa glukosa bertanggung jawab atas efek berlawanan nutrisi pada infeksi.Tim kemudian mengulangi percobaan, tetapi menggunakan bahan kimia untuk memblokir metabolisme glukosa. Hasilnya terbalik: tikus yang terinfeksi bakteri selamat, dan tikus yang terinfeksi virus tidak. Dengan kata lain, ketika tubuh mengalami penurunan kadar gula darah, maka lebih rentan untuk terinfeksi virus.

Efek nutrisi yang berbeda pada infeksi virus dan bakteri dapat dijelaskan oleh perbedaan dalam respons imun. Infeksi bakteri dan virus menyebabkan berbagai jenis peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Bergantung pada penyebab infeksi, nutrisi dapat membantu atau menghambat kemampuan tubuh untuk mentolerir peradangan. Telah diamati, bahwa selama infeksi virus, makanan akan menyediakan glukosa, yang mungkin diperlukan untuk bertahan hidup, sebaliknya berpuasa menyebabkan produksi keton – jenis bahan bakar lain – yang dapat membantu hewan menoleransi infeksi bakteri. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, temuan ini bisa memiliki implikasi bagaimana kita memilih asupan saat berpuasa di masa pandemi Covid-19.

Pemilihan Diet

Bagikan berita ini:
4
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar