Amankah Berpuasa Saat Pandemi Covid-19?

Senin, 20 April 2020 11:27

Bambang Budiono

Seperti yang telah banyak diketahui, telah banyak bukti kuat mendukung manfaat diet rendah karbohidrat terhadap kesehatan, menjaga gula darah dan berat badan agar tetap terkontrol. Tampaknya individu dengan diabetes tipe 2 dan kondisi metabolisme lainnya berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi dari COVID-19. Bukti jelas bahwa diet rendah karbohidrat dapat menjadi alat yang efektif untuk mengobati dan membalikkan kondisi metabolisme ini.

Meskipun tidak dapat dibuktikan bahwa nutrisi rendah karbohidrat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh sendiri, masuk akal untuk membatasi kondisi (mis. Tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi) yang mungkin memperburuk keadaan.  Satu studi pada binatang coba baru-baru ini menunjukkan bahwa diet keto mengurangi risiko tikus yang terinfeksi influenza. Namun itu tak berarti diet keto akan melakukan hal yang sama untuk influenza pada manusia atau untuk Covid-19.

Tips

Dengan mengingat bahwa secara umum berpuasa membuat tubuh kita relatif lebih rentan terinfeksi virus, berikut ada beberapa tips utama untuk mengurangi risiko terkena virus atau mengalami komplikasi dari Covid-19 dengan cara meningkatkan upaya proteksi, sehingga kewajiban untuk menunaikan ibadah puasa dapat dilakukan dengan aman.

Kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun selama 20-40 detiksebelum menyentuh area wajah, dan menjaga jarak sosial yang baik dapat membantu mencegah terserang virus. Secara umum, kita dapat mengambil manfaat dari berbagai upaya pencegahan tertular virus dengan melakukan beberapa hal seperti saat berbuka atau sahur usahakan makanan bergizi, dan yang meminimalkan peningkatan gula darah berlebihan. Tentu saja, ini hal yang relatif sulit dihindari, karena saat berbuka puasa sudah menjadi tradisi untuk menyantap minuman dan makanan manis. Telah banyak dibuktikan bahwa diet tinggi kadar gula memiliki dampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh, dan juga bersifat pro-inflamasi.

Kemudian, Prioritaskan tidur nyenyak dengan cukup, sekurangnya 7-9 jam sehari untuk orang dewasa hingga lanjut usia. Mengelola stres, berhenti merokok,    olahraga ringan, dapatkan sinar matahari dan udara segar, dan gunakan masker. Selamat menyambut Ramadan dengan aman. (*)

Bagikan berita ini:
3
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar