Baju Batiknya Jadi Sorotan, Yuri: Saya pun Lihat Biji Kedondong Kayak Virus Kok

Senin, 20 April 2020 10:09

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ada yang berbeda dari penampilan Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto pada Sabtu (18/4/2020) saat menyampaikan update kasus Covid-19. Busana batiknya tidak seperti motif pada umumnya. Kali ini ada sentuhan beraneka ragam bentuk virus pada busananya. Dengan dasar warna biru, virus mirip Korona itu bertaburan dibubuhi dengan pita simbol melawan HIV AIDS.

Apa makna Yurianto memakai busana batik tersebut? Tentu tujuan utamanya adalah mengajak publik tentang bahaya virus Korona yang harus dicegah dan diperangi bersama. Akan tetapi, dia menegaskan bahwa batik itu bukan bermotif virus Korona. Akan tetapi, batik yang sengaja dipersembahkan untuk aktivis HIV AIDS pada peringatan Hari AIDS Sedunia pada tahun lalu.

“Ya terserah kalau mau menyebutnya virus Korona, memang semua virus bulat-bulat begitu kok. Tapi ini adalah program Kementerian Kesehatan setahun lalu untuk membuatkan batik sebagai bentuk apresiasi bagi aktivis AIDS yang sudah kerja keras membantu kita,” tegasnya saat berbicara dengan JawaPos.com lewat telepon, Minggu (19/4/2020).

Yurianto mengungkapkan proses pembuatan batik tersebut ternyata merupakan sentuhan tangan perajin di Pekalongan. Desain secara garis besarnya disiapkan oleh Kemenkes kemudian dimodifikasi oleh para perajin.

“Kami kan punya desain, kamu bawa lah ke ahlinya yang ada di Pekalongan. Kami bilang, kami butuh batik kayak gini, bisa enggak bikinin? Oh bisa pak kata mereka. Tapi kalau bisa desainnya agak diubah-ubah dikit ya pak, supaya enggak menyulitkan. Ya terserah deh,” cerita Yurianto.

Komentar


VIDEO TERKINI