Debt Collector Masih Merajalela, Ojol dan Sopir Angkot Geruduk Kantor OJK

Senin, 20 April 2020 14:52

Demo ojol terkait penangguhan kredit di Makassar. (ikbal/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Puluhan massa mendatangi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Makassar di Jalan Sultan Hasanuddin No.3-5, Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (20/4/2020).

Hanya saja aksi demo mereka dibubarkan paksa oleh aparat kepolisi. Hal tersebut dikarenakan, massa tidak mematuhi physical distancing yang saat ini sedang disosialisasikan Pemkot Makassar menjelang pelaksanaan PSBB 24 April mendatang.

Massa yang terdiri dari driver ojek online, supir angkot dan taksi ini menuntut pihak OJK sebagai regulator jasa keuangan dan industri pembiayaan (leasing) belum menjalankan instruksi mengenai penangguhan kredit yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo.

“Banyak pihak ketiga atau debt collector merajalela mendatangi rumah-rumah debitur untuk penagihan cicilan atau melakukan penarikan kredit kendaraan kita mobil dan motor di saat dampak Covid-19,” kata Sigra, pengemudi ojek online.

“Tidak ada kejelasan mengenai penundaan angsuran pembiayaan. Kami butuh kepastian,” katanya melanjutkan, Senin (20/4/2020).

Sementara itu, Deputi direktur perizinan OJK, Ahmad Murad mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya semaksimal mungkin untuk mencoba mengawal kebijakan apa yang dikeluarkan OJK Jakarta melalui POJK.

“Sampai hari ini kebijakan ada 13 perusahaan pembiayaan yang sudah memberikan kebijakan kepada 2.414 masabah dengan nilai pinjaman Rp 164 miliar 230 juta,” ujarnya.

Namun, massa aksi yang tidak puas dengan jawaban tersebut, terus protes sehingga diburbarkan paksa dan disuruh pulang, karena sudah tidak menerapkan sosial distancing.

Komentar