PKL di Makassar Pasrah, Meja, dan Kursinya Disita Satpol PP

Meja dan kursi kayu milik PKL di Jalan Ahmad Yani, diangkut dan disita oleh aparat Satpol PP Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Nasib menjadi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Makassar harus ia terima. Kursi dan meja yang biasa diduduki pembelinya, justru disita oleh petugas Satpol PP.

Meski kursi yang diamankan itu hanya terbuat dari kayu, namun itu dianggap kerap menjadi tempat masyarakat berkumpul dan tidak menerapkan physical distancing.

Penjual minuman itu pun tampak pasrah, melihat peralatan miliknya diangkut ke mobil petugas di Jalan Ahmad Yani. Kasatpol PP Makassar, Iman Hud membenarkan penyitaan tersebut.

“Yang menjual di atas trotoar itu memang ada Perdanya. Itu salah satu penyebab tempat kerumunan. Jadi tidak hanya terapkan PSBB, ada juga TK 5 karena mereka menjual di tempat terlarang. Makanya kami sita,” kata Iman usai menggelar operasi, Senin (20/4/2020).

Lokasi tersebut, kata Iman, sudah beberapa kali ditegur. Namun tidak diindahkan. Olehnya itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan camat dan pemerintah setempat untuk menghimbau ke masyarakatnya.

Masih di Jalan yang sama, beberapa pengunjung di salah satu warkop mendapat gebrakan dari Satpol PP Kota Makassar. Mereka kedapatan berkumpul di dalam warung kopi (warkop) tersebut.

Setibanya di jalan itu, Satpol PP dan aparat gabungan lainnya langsung turun dari mobilnya, lalu bergerak menuju warkop tersebut.

Hal itu dianggap tidak sesuai dengan imbauan pemerintah, untuk tidak berkumpul dalam warkop. Melainkan hanya dibolehkan take away. Boleh membeli kopi di warkop, lalu dibawa pulang ke rumah.

“Silakan beli kopi. Tapi jangan minum di sini. Minum di rumah,” tambah Iman Hud kepada wartawan. (Ishak/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...