Pria Ngamuk, Lebih 10 Tewas, Termasuk Perwira Polisi

Senin, 20 April 2020 09:10

Foto: AP

FAJAR.CO.ID, NOVA SCOTIA—Setidaknya 10 orang tewas, termasuk seorang perwira polisi, setelah seorang pria bersenjata mengamuk di kota Kanada. Pelaku yang diidentifikasi sebagai Gabriel Wortman ditembak mati dalam insiden ini.

Kepolisian Mount Canadian Royal dalam konferensi pers menyebut, insiden penembakan brutal ini terjadi pada Sabtu malam waktu setempat di kota kecil pedesaan Portapique. Polisi tidak mengungkapkan motif di balik penembakan brutal tersebut.

“Lebih dari 10 orang telah terbunuh. Kami percaya itu adalah satu orang yang bertanggung jawab atas semua pembunuhan dan bahwa ia sendiri yang bergerak melintasi bagian utara provinsi dan melakukan apa yang tampak sebagai beberapa pembunuhan,” kata Kepala Inspektur RCMP Chris Leather.

Presiden serikat Federasi Kepolisian Nasional, Brian Sauve, mengatakan petugas polisi termasuk di antara mereka yang tewas dalam penembakan itu. Seorang petugas lainnya dilaporkan terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Hati kita dipenuhi dengan kesedihan karena kita telah kehilangan salah satu dari kita hari ini. Seorang anggota kedua yang berdedikasi terluka dalam tugasnya,” kata Sauve dikutip dari Metro.co.uk.

Polisi menerima telepon tentang adanya orang dengan senjata api sekitar pukul 22.30 malam. Penduduk setempat yang ketakutan disarankan mengunci rumah mereka dan berlindung di ruang bawah tanah semalaman. Beberapa kebakaran gedung juga dilaporkan oleh warga.

Residen Christine Mills mengatakan malam itu menakutkan bagi kota kecil itu. Makanya, petugas bersenjata harus berpatroli di jalan-jalan. Di pagi hari, helikopter terbang di udara mencari tersangka.

Perdana menteri Nova Scotia, Stephen McNeil mengatakan insiden ini sangat mengejutkan. “Saya tidak pernah membayangkan ketika saya pergi tidur tadi malam bahwa saya akan terbangun oleh berita mengerikan bahwa seorang penembak aktif sedang berkeliaran di Nova Scotia. Ini adalah salah satu tindakan kekerasan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah provinsi kami,” katanya.  (amr)

Bagikan berita ini:
10
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar