Puluhan Nelayan asal Pekalongan Jalani Karantina di Tengah Laut

Senin, 20 April 2020 09:04

Ilustrasi nelayan di tengah laut-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, PEKALONGAN — Sebanyak 33 nelayan dari Pekalongan, Jawa Tengah, menjalani isolasi mandiri di tengah laut selama 14 hari di kawasan Pantai Sadeng, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, untuk mencegah penularan Covid-19. Selama karantina, kondisi kesehatan nelayan dipantau melalui komunikasi radio.

Ketua Kelompok Nelayan Sadeng Sarpan, seperti dilansir dari Antara di Gunung Kidul mengatakan, pada Sabtu (18/4) pagi, ada 33 nelayan asal Pekalongan yang masuk ke Sadeng melalui jalur darat. Rombongan diperbolehkan masuk ke kawasan pelabuhan setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan petugas dari Puskesmas Girisubo.

”Setelah pemeriksaan selesai, para nelayan diminta naik ke kapal ukuran 30 gross ton untuk proses karantina mandiri. Tidak boleh komunikasi dengan penduduk lokal, karena langsung diminta naik ke kapal untuk karantina,” kata Sarpan pada Senin (20/4).

”Hari pertama aman karena puluhan nelayan yang dikarantina dalam kondisi sehat,” tambah Sarpan.

Meski dalam proses karantina, para nelayan tetap diperbolehkan beraktivitas untuk menangkap ikan. Hanya saja, rombongan tidak boleh mendarat sebelum masa karantina 14 hari berakhir. ”Biasanya kalau melaut hanya tujuh sampai sepuluh hari. Tapi, berhubung ada proses karantina harus mematuhi prosedur yang ada,” ujar Sarpan.

Sarpan mengatakan awalnya, Pelabuhan Sadeng menerapkan kebijakan melarang nelayan dari luar masuk untuk mencegah penyebaran Covid-19. Awal penerapan kebijakan itu, ada 13 nelayan yang diminta untuk pulang ke daerah asal. Seiring berjalannya waktu, aturan itu diperlonggar dan nelayan dari luar daerah diperbolehkan masuk.

Komentar


VIDEO TERKINI