Ribut dengan Petugas Pos Covid-19 Bantaeng, Edy Manaf: Saya Protes Cara Menyemprotnya

Senin, 20 April 2020 14:34

Edy Manaf saat berdebat dengan petugas perbatasan Bantaeng

“Yang saya protes penyemprotan itu tidak berjarak karena banyak penumpang dari mobil lain yang berkerumun juga disitu. Saya khawatir salah satu dari mereka ada yang terpapar corona. Jadi yang saya protes protap yang dijalankan aparat tidak sesuai standar. Tapi saya bicaranya baik-baik,” jelas Edy.

Tiba-tiba saja ada salah satu petugas yang bicara melalui pengeras suara yang mengatakan dirinya tidak terima disemprot. Dari pengeras suara inilah yang kemudian mengundang massa berkumpul dan memarahinya.

“Saya sempat didorong, mobil saya digebrak. Ada yang teriak macam-macam dengan bahasa kotor, kemudian saya diusir,” ujarnya.

Ia menyayangkan perlakuan anarkis petugas kepadanya. Dimana seharusnya aparat menengahi insiden tersebut, bukan malah sebaliknya.

“Ini hanya salah paham saja. Seharusnya ada pendekatan humanis disitu, bukan justru bersikap anarkis,” imbuhnya.

Edy menyatakan saat kejadian ia tidak memperkenalkan dirinya sebagai anggota dewan. “Saya tidak bilang kalau saya anggota dewan. Saya ikuti saja protokolnya. Kebetulan saya pakai celana pendek,” akunya.

Setelah mengalami peristiwa tidak menyenangkan itu, Edy langsung menghubungi Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin untuk menertibkan aparatnya yang bertugas di lapangan.

“Pak bupati sudah minta maaf dan segera mengevaluasi anggotanya agar lebih manusiawi dan mengedullkasi masyarakat. Bukan justru sebaliknya,” pungkas Edy. (endra/fajar)

Komentar