Satpol PP Rusak Gitar Pengamen, Sosilog Unhas: Itu Tindakan Berlebihan dan Arogan

Senin, 20 April 2020 13:23

Personil Satpol PP menghancurkan gitar milik pengamen

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Aksi Satpol PP Makassar yang menghancurkan gitar milik pengamen saat menggelar sosialisasi PSBB dinilai tidak elegan oleh pengamat Sosiolog Unhas, Sawedi Muhammad.

Menurutnya mengedepankan sosialisasi dan persuasi ke publik akan jauh lebih elegan daripada menggunakan cara-cara kekerasan.

“Tindakan Satpol PP yang merusak gitar pengamen jalanan saya kira sangat berlebihan,” ucapnya, Senin (20/4/2020).

Ia membeberkan kekerasan tersebut terjadi karena beberapa faktor diantaranya jaring pengaman sosial belum tersalurkan dengan baik sehingga masih ada masyarakat yang harus turun kejalan.

“Pertama, Satpol lebih menampakkan sisi arogansinya karena hanya menjalankan perintah penertiban. Artinya, mereka tidak dibekali oleh komandannya mengenai tata cara dan tahapan-tahapan penertiban,” bebernya.

“Kedua, pemerintah terbukti kurang efektif memberikan sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya jaga jarak fisik atau tinggal di rumah selama darurat Covid-19 diberlakukan. Ketiga, program bantuan pemerintah yaitu jaringan pengamanan sosial belum menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” lanjut Sawedi Muhammad.

Kendati demikian, Sawedi mengaku tidak mudah mengimbau masyarakat untuk tidak beraktifitas seperti biasa di masa darurat Covid-19.

Ia berharap pemerintah dapat bergerak cepat dengan melakukan berbagai upaya dan melibatkan TNI/Polri, universitas, LSM, tokoh masyarakat dan media.

“Sejatinya pemerintah tidak bisa berjalan sendirian hanya dengan bekerja sama, kita akan selamat melewati pandemi covid-19 ini,” tutupnya. (anti/fajar)

Bagikan berita ini:
9
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar