Tak Perlu ke Pasar, PD Pasar Makassar Siapkan Aplikasi Daring Jelang PSBB

Senin, 20 April 2020 15:43

Pasar Cidu, Makassar. (Ist)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PD Pasar Makassar menyiapkan aplikasi pasar daring menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar 24 April hingga 7 Mei mendatang.

Dirut PD pasar, Basdir, mengatakan sistem tersebut sudah lama dirancang. Awalnya untuk menyasar ibu rumah tangga milenial. Tetapi bertepatan dengan wabah corona sehingga aplikasinya dipercepat.

“Beberapa waktu lalu kami rancang program belanja dengan sistem online dan offline. Bahkan sebelum merebaknya isu corona kita sudah rancang memang, karena kita antisipasi ibu rumah tangga muda yang tidak sempat datang ke pasar itu akan dimudahkan dengan sistem belanja online maupun offline,” ujarnya, Senin (20/4/2020).

Menurut Basdir, ada dua metodologi yang bisa dilakukan dengan pasar daring tersebut. yang pertama, sistem daring dengan menggunakan aplikasi malltronik dan Gojek. Selain itu, PD pasar persiapkan pegawai untuk jadi kurir di aplikasi Malltronik.

“Sedangkan untuk offline, kita sediakan call center, jadi masyarakat kita yang belum melek teknologi atau yang tidak memiliki hp Android bisa menelepon ke costumer service dan bisa diantarkan langsung ke rumah,” jelas Basdir.

“Mengenai sistem pemilihan belanjaan, kalau melalui Online, jelas ada di aplikasinya itu akan muncul barang-barang yang akan dibeli beserta harganya, kalau sistem offline kalau itu nanti disebutkan dia pesan apa harga sekian,” katanya melanjutkan.

Lebih jauh kata Basdir, Sekarang pasar yang siap melayani sebanyak 7 pasar menuju 10. Yaitu Pasar Pabaeng-baeng Barat, Pabaeng-baeng Timur, Pasar Baru, Pasar Terong, dan, Makassar Mall, Pasar Sambung Jawa, dan Pasar Daya.

“Alhamdulillah itu sebagai upaya kami agar masyarakat bisa belanja tanpa harus pergi ke pasar demi mencegah penyebaran covid 19,” ucap Basdir.

Seperti diketahui, salah satu langkah PD pasar mencegah penyebaran Covid-19 adalah membatasi jam operasional pasar maksimal sampai pukul 12.00 siang saja.

“Ribuan orang datang ke pasar. Kalau kita tidak batasi, bisa jadi pasar ini nanti akan menjadi pusat penyebaran Covid-19. Memang banyak pedagang mengeluh dengan pembatasan operasional pasar. Maka kami hadirkan program seperti ini (pasar daring). Walaupun tidak ada orang datang ke pasar, tetapi transaksi pedagang tetap berjalan,” terang Basdir. (ikbal/fajar)

Bagikan:
1
4
5

Komentar