Tinjau Industri Pengelolaan, Mentan Pastikan Stok dan Harga Jagung Terkendali

Senin, 20 April 2020 09:05

Mentan SyahrulYasin Limpo meninjau industri pengelolaan jagung di Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo memastikan komoditas jagung petani selama Covid-19 berjalan normatif. Stok dan harga jagung di Sulsel dipastikan terkendali.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini hadir meninjau dua industri yang selama ini menyerap jagung petani, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Pihaknya, ingin memastikan dua industri ini menyerap jagung petani sesuai harga dasar pemerintah.

Pihaknya menyarankan kedua industri tersebut membentuk binaan untuk membeli langsung jagung petani. Supaya menghindari permainan tengkulak.

“Mudah-mudahan sekarang tidak ada lagi pernainan. Tetapi saya harap pihak kepolisian cek ini. Jangan sampai pembelian industri mahal, tetapi di petani anjlok,” katanya.

Pria yang akrab disapa Komandan juga mengaku hadir untuk melihat sejauh mana kemampuan dan komitmen industru menyerap jagung petani. Termasuk konsidisi panen raya jagung di Sulsel.

“Dan hari ini saya menjadi yakin karena dua industri besar kita menopang jagung dan sudah berkomitmen untuk kepentingam bangsa dan rakyat. Keduanya siap membeli jagung sesuai (HDP) Harga Dasar Pemerintah,” katanya saat meninjau di Industri PT CPI, Jalan Kima 17 Makassar, Minggu (19/4/2020).

Selain jagung, Syahrul juga ingin memastikan peternakan ayam di Sulsel berjalan normal. Baik dari ketersedian pakan hingga harga.

Senior Vice Preaident PT CPI, Cristian Tiono, pun menegaskan sejak industri ini beroperasi 2008 hingga sekarang, CPI tidak pernah menolak jagung petani. “Siapa pun boleh, harga pun jelas, dan terbuka,” katanya.

Saat ini harga dibeli Rp3.100 atau harga dibayar sesuai kualitas jagung. “Karena kualitas jagung itu memengaruhi pakan. Pakan yang tidak baik, maka ayam, sapi, dan sebaikanya juga ikut tidak baik,” katanya.

Sebab itu, sejak 2009 pihak CPI diakui terus berkeliling mengedukasi petani jagung di Sulsel supaya bisa memahami penananganan pasca panen. “Jangan sampai dibawa, lalu ditolak karena tidak memenuhi standar,” katanya.

Pihaknya pun berkomitmen siap membeli berapa pun dari petani. Sebab kapasitas produksi CPI sudah cukup besar.

Sekarang, CPI bisa memproduksi pakan sekira 40 ribu ton per bulan. Produksi teraebut sudah mensuplai seluruh wilayah Sulawesi, Kalimantan, NTT, Bali, dan Papua.

Saat ini pun diakui, harga pakan atau pun pembelian belum terpengaruh Covid-19. “Tetapi kemungkinan akan terpengaruh karena kondisi peternak mau jual ayam namum pembeli kurang. Komsumsi menurun karena banyak warung dan restoran tutup,” katanya. (mum/fajar)

Bagikan berita ini:
2
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar