UMKM Gadde Ta Berdayakan Warga di Tengah Lesunya Ekonomi

Senin, 20 April 2020 14:11

Industri Pembuatan masker dilakukan untuk menutupi gaji karyawan dan tagihan listrik. (TAWAKKAL/FAJAR)

Meski Tak Bisa Menjahit, Tetap Dilibatkan Jadi Juru Gunting

Pandemi Covid-19 nyaris membuat asap dapur beberapa rumah tangga tak mengepul. Tetapi selalu ada berkah lain.

Laporan: DEWI SARTIKA MAHMUD

FAJAR.CO.ID — UMKM Gadde Ta bergerak memberdayakan beberapa ibu rumah tangga untuk mendapat penghasilan. Mitra yang bergerak untuk Rumah Zakat Sulsel, melalui Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) memberikan orderan pembuatan masker.

Pesana 7.000 lembar masker setiap minggu pun diproduksi. Modalnya tentunya diberikan dari Rumah Zakat. Keuntungannya dipakai untuk menggaji para pekerja. Tak seberapa, tetapi setidaknya bisa menutupi biaya hidup sehari-hari.

Sebuah sekretariat yang terletak di Jl Rappokalling menjadi tempat produksi. Saat memasuki lokasi tersebut, suara mesin jahit terdengar jelas menandakan adanya proses produksi.

Sekitar lima mesin jahit ada di sana. Adapula beberapa roll kain yang akan digunting-gunting sebagai bahan dasar pembuatan masker. Total ada sekitar 20 orang yang bekerja.

Mereka dibagi perhari menjadi beberapa orang. Ada bagian menjahit, menggunting kain dan memasang karet pada masker. Ada pula bagian pengemasan dan pencatatan.

Baca Juga:

“Ini juga sebagai cara melakukan physical distancing. Jarak bekerja juga diatur,” tutur Fasilitator Gadde Ta, Ana Mardiyanti.

Ana mengaku bersyukur. Kebahagiaannya bisa memberdayakan warga sekitar diakuinya bisa menaikkan imun tubuhnya. Momen ini bisa jadi tantangan sekaligus peluang.

Komentar


VIDEO TERKINI