21 Tenaga Medis RS Ciremai Diisolasi, Seperti Ini Kondisinya

Selasa, 21 April 2020 14:41

Ilustrasi tenaga medis--Faisal R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

Mengetahui itu, petugas jaga/skrining di Posko Covid-19 yang berada di halaman RS Ciremai membawa korban ke Ruang IGD, tanpa curiga yang bersangkutan telah tertular. Kemudian Rabu (15/4) dini hari sekitar pukul 00.15 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Andre mengaku tidak mengetahui detail kejadian saat itu. Termasuk riwayat berpergian atau interaksi korban. “Hanya saja, pasien ini sempat berinteraksi dengan pasien positif Covid-19. Awal-awal pada saat masuk IGD, yang lain itu tidak tahu (kalau pasien pernah berinteraksi dengan pasien positif Covid-19, red). Tapi setelah di ICU, baru tahu,” jelasnya.

Pihak RS mengetahui itu setelah menggali informasi terus menerus kepada keluarga pasien. Saat menangani pasien di IGD, kata Andre, petugas medis menggunakan standar keamanan level 2. Seperti masker N95, namun tidak APD lengkap dengan hazmat, layaknya di ruang isolasi. Hal itu telah mengacu pada standar keamanan di IGD yang memang tidak diperuntukan bagi pasien menular seperti Covid-19.

Setelah mengetahui pasien pernah berinteraksi dengan orang yang positif Covid-19, pihak rumah sakit langsung melakukan pendataan terhadap petugas yang pernah bersinggungan. Hasilnya ada 21 orang dengan status OTG yang dirumahkan atau isolasi mandiri sejak 5 hari lalu. Andre menambahkan, hingga kemarin 21 OTG dalam keadaan sehat dan tanpa gejala.

Bagikan berita ini:
5
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar