21 Tenaga Medis RS Ciremai Diisolasi, Seperti Ini Kondisinya

Selasa, 21 April 2020 14:41

Ilustrasi tenaga medis--Faisal R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

Rencananya, Selasa-Rabu (21-22/4) akan dilakukan pengecekan menggunakan rapid test terhadap 21 OTG tersebut. “Karena dokter paru kami menyarankan, kalau rapid test lebih efektif dilakukan 1 minggu setelah pasien itu diisolasi,” imbuhnya.

Pihak RS, termasuk dokter umum, dokter spesialis, rutin bertukar kabar dengan OTG tersebut melalui aplikasi zoom. Setiap harinya, masing-masing OTG mengabarkan kondisi mereka selama menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. “Hasilnya bagus, tidak ada keluhan seperti batuk atau suhu badan tinggi,” imbuh Andre.

Sementara itu, masih terkait pasien meninggal yang dinyatakan positif Covid-19 ini, dalam sebuah surat yang beredar disebutkan pasien merupakan salah satu pensiunan PUPR dan menetap di kompleks kantor BBWS Cimancis atau Cimanuk-Cisanggarung di Jl Ahmad Yani, Kota Cirebon.

Disebutkan bahwa pasien sebelumnya berkunjung ke kerabatnya yang meninggal yang juga PDP Covid-19. Atas kejadian itu, BBWS Cimancis mengambil beberapa langkah. Antara lain mengunci sekretariat BBWS Cimancis di Jl Ahmad Yani, menginventarisasi atau melacak interaksi korban dengan karyawan BBWS Cimancis, serta melakukan koordinasi dengan Tim Covid-19 Kota Cirebon.

Bagikan berita ini:
7
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar