Ada Klaim Virus Korona Menular Lewat Buang Angin, Begini Penjelasannya

Selasa, 21 April 2020 09:10

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID – Virus Korona tak hanya menular lewat droplet atau percikan air liur dan dahak, tetapi juga bisa menempel pada benda-benda yang dipakai bersama. Belakangan juga ada penelitian bahwa virus Korona bisa tertular dari toilet bersama.

Anehnya lagi, klaim seorang dokter baru-baru ini menyebutkan bahwa buang angin atau kentut bisa menjadi perantara penyebaran virus jenis baru itu.

Menurut sejumlah dokter, kentut mengandung partikel kotoran kecil yang dapat menyebarkan bakteri. Mereka mengatakan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengesampingkan menularkan penyakit itu kepada orang-orang.

Gas atau kentut dari pasien dikhawatirkan bisa menjadi perantara. Namun, para ahli tidak begitu yakin atas hal itu.

Mereka mengatakan peluang tertular Covid-19 melalui kentut sangatlah kecil. Sebab sebagian besar masih ditularkan melalui tetesan yang menyebar dari batuk dan menyentuh atau bersalaman.

Dokter asal Australia, Andy Tagg menjelaskan bahwa kentut dapat menyebabkan Coronavirus setelah menganalisis serangkaian tes yang diambil dari pasien Covid-19 awal tahun ini. Dia mengutip tes yang mengungkapkan virus itu ada di kotoran 55 persen pasien Covid-19. Dan petugas medis sebelumnya telah memperingatkan bahwa kentut mengandung partikel kotoran kecil yang dapat menyebarkan bakteri.

“Ya, SARS-CoV-2 dapat dideteksi dalam feses dan telah terdeteksi pada individu tanpa gejala hingga 17 hari pasca penularan,” kata dr Tagg seperti dilansir The Sun.

Dokter Tagg menambahkan bahwa tes sebelumnya telah menunjukkan kentut memiliki kekuatan untuk menyemprotkan virus jarak jauh. Namun, dokter masih membutuhkan lebih banyak bukti.

“Jadi, ingatlah untuk selalu mengenakan APD yang tepat dan tetap aman,” katanya.

Terlepas dari saran dr Tagg, dr Sarah Jarvis, GP dan Direktur Klinis Patientaccess.com, mengungkapkan sangat kecil kemungkinan seseorang akan tertular virus Korona lewat buang angin. “Kemungkinan seseorang tertular virus karena mereka dekat dengan seseorang yang kentut sangat kecil,” katanya kepada The Sun.

Hanya saja, dr Jarvis tetap mendesak orang untuk menjaga kebersihan toilet sebab virus Korona bisa ditemukan dalam feses. Ada beberapa laporan tentang Coronavirus hadir di kotoran, dan satu dari sepuluh pasien mengalami diare sehari atau dua hari sebelum mereka batuk dan demam.

“Ini menggarisbawahi pentingnya menjadi ekstra hati-hati dalam membersihkan kamar mandi jika satu orang memiliki gejala Coronavirus,” tuturnya.

Awal tahun ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok mengumumkan bahwa celana harus menjadi penghalang efektif terhadap kentut yang mungkin membawa virus Korona. Badan kesehatan mengatakan bahwa kentut tidak mungkin menularkan virus asalkan seseorang pakai celana yang proporsional.

Dan, pada awal bulan ini, para ilmuwan mendesak orang untuk menutup toilet sebelum menyiramnya. Sebab virus menyebar melalui aerosol kotoran. Karena apa yang disebut toilet plume, kotoran atau urine dapat didorong dari toilet ke udara dan menyebar ke permukaan lain, kata sebuah penelitian. Maka selalu cuci tangan setelah keluar dari toilet apalagi toilet umum. (jpc)

Komentar