AS Catat Kematian Paling Buruk sebanyak 1.433 Sehari, Kini Total Kematian 42.094

Selasa, 21 April 2020 10:52

Petugas medis membawa jenazah yang meninggal karena corona. Foto: REUTERS/Andrew Kelly

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON — Jumlah korban COVID-19 di Amerika Serikat, negara dengan pandemi paling fatal naik 1.433 dalam 24 jam terakhir, sehingga totoal korban di negara itu tercatat 42.094 jiwa. Angkat ini diperoleh dari data Universitas Johns Hopkins pada Senin (20 April).

AS telah mencatat lebih dari 784.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi sejak awal krisis kesehatan global, menurut universitas yang berbasis di Baltimore seperti dilansir channelnewsasia, Selasa, (21/4/2020).

New York adalah pusat dari wabah AS, meskipun tampaknya negara itu telah mengalami yang terburuk dari krisis.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan pada Senin bahwa ada 478 kematian dalam 24 jam, jumlah terendah dalam dua minggu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa ia bekerja dengan gubernur negara bagian, untuk memastikan mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan pengujian virus corona. Dia menambahkan bahwa Cuomo akan mengunjungi Gedung Putih untuk membahas tanggapan terhadap pandemi tersebut.

Pada briefing Gedung Putih, Trump mendesak untuk melanjutkan pembatasan sosial untuk mengekang penyebaran virus corona, bahkan ketika pengunjuk rasa di seluruh negeri menuntut diakhirinya kuncian wajib dan pembukaan kembali aktivitas ekonomi.

“Selama waktu ini, orang Amerika harus menjaga kewaspadaan yang ketat dan terus mempraktikkan kebersihan, jarak sosial, dan langkah-langkah perlindungan lainnya yang telah kami garis besarkan,” kata Trump. (fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI