Hadapi Pasien Tidak Jujur, Perawat Honorer Makin Was-was

Selasa, 21 April 2020 15:05

Ani Andriani (kiri), perawat di UPTD Puskesmas Cijeungjing, Kabupaten Ciamis mengenakan APD hazmat. Foto: Istimewa for J...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Masa pandemi COVID-19 mengharuskan seluruh tenaga kesehatan baik berstatus PNS atau honorer, ikut terlibat.

Mereka menjadi garda terdepan mulai dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama hingga rumah sakit.

Namun, saat ini banyak tenaga kesehatan yang waswas lantaran banyak pasien dan keluarganya menyembunyikan informasi sebenarnya.

Seperti diutarakan Ani Andriyani, AM.Kep. Perawat dari honorer K2 yang bertugas di UPTD Puskesmas Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Dia menceritakan, pernah beberapa kali melayani pasien dengan gejala COVID-19 tetapi pihak keluarga menutupi informasi.

“Saya memeriksa pasien dengan gejala mirip COVID-19. Awal pemeriksaan, pasien dan keluarganya menutupi. Namun, saat bertemu dokter baru terbuka. Bahkan dikasih tahu kalau pasiennya baru sepekan dari Bandung ke Ciamis,” tutur Ani kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Selasa (21/4).

Dia khawatir, pasiennya tertular Corona lantaran Bandung masuk wilayah pandemi COVID-19. Sedangkan saat memeriksa pasien, ibu tiga anak ini hanya menggunakan APD (alat pelindung diri) seadanya, masker dan sarung tangan.

Sebenarnya, kata Ani, di Puskesmas Cijeungjing dapat APD hazmat dari Dinas Kesehatan Kab Ciamis. Namun, setiap puskesmas hanya dapat 3 APD hazmat. Sementara tenaga kesehatannya ada 20 orang.

Alhasil, kepala puskesmas berinisiatif menjahitkan gaun medis untuk 20 nakes. APD hazmat digunakan bila menangani pasien yang menunjukkan gejala corona.

Komentar