Kritik Sukamta soal Kartu Prakerja: Bagi-bagi Uang kepada Vendor Digital

Selasa, 21 April 2020 15:39

Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta --jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta mengatakan, masyarakat menilai negatif program kartu prakerja pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagai upaya membantu beban masyarakat yang terdampak krisis ekonomi akibat wabah virus corona COVID-19.

Menurut Sukamta, muncul kesan program kartu prakerja hanyalah cara pemerintah bagi-bagi uang kepada perusahaan digital.

“Ada kesan kuat di masyarakat bahwa ini seperti bagi-bagi uang kepada vendor perusahaan digital, yang sebenarnya juga sudah untung dengan peningkatan penggunaan aplikasi mereka sebagai dampak kebijakan semua dilakukan dari rumah, stay at home,” kata Sukamta dalam keterangan resminya, Selasa (21/4).

Menurut dia, pendapat masyarakat itu bisa dipicu dari alokasi anggaran pemerintah sebesar Rp1 juta per orang untuk pelatihan kerja yang disediakan vendor digital.

Total 5,6 juta calon penerima kartu prakerja sehingga dana untuk pelatihan mencapai Rp5,6 triliun.

Seharusnya, kata dia, dana pelatihan bisa langsung diberikan kepada rakyat yang membutuhkan. Terlebih lagi, pandemi virus corona (Covid-19) tengah melanda Indonesia.

Menurut Sukamta, banyak rakyat yang membutuhkan uang karena terdampak pandemi. Tidak sedikit rakyat yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama pandemi.

“Konsep seperti ini terlihat tidak sensitif terhadap kesulitan rakyat di tengah pandemi Covid-19,” lanjut dia.

Secara pribadi, Sukamta menilai, konsep prakerja tidak memberi solusi bagi masalah yang disasarnya, yaitu soal pengangguran.

Komentar


VIDEO TERKINI