Legislator Makassar Tekankan Transparansi Penggunaan Dana CSR dari Perusahaan Swasta

Selasa, 21 April 2020 16:55

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar, menilai, dalam proses pengadaan bantuan paket sembako untuk warga yang terkena dampak Covid-19 terdapat banyak celah penyalahgunaan anggaran.

Potensi curang atau korupsi yang dipertanyakan Nunung salah satunya berada pada kucuran bantuan dana CSR dari sejumlah perusahaan swasta yang tidak transparan atau tidak dibuka ke publik.

“Dana CSR yang bantuan swasta itu dimana? Tidak mungkin perusahaan swasta yang ada di Kima itu tidak menyumbang. Minimal Indofood pasti mereka sumbang. Itu sekarang kemana larinya,” tegas Nunung di Kantor DPRD Makassar, Selasa (21/4/2020).

Nunung berharap Pemerintah Kota Makassar transparan terkait penerimaan sumbangan CSR tersebut, termasuk besaran dan penggunaannya.

Legislator Fraksi Gerindra itu menduga sumbangan CSR perusahaan swasta itu dimasukkan ke dalam bantuan paket sembako yang disalurkan Pemkot.

“Bisa jadi dugaan saya sumbangan Indofood misalnya mie instant itu dimainkan di dalam sembako tersebut. Jangan sampai sumbangan dari perusahaan swasta dibagikan, itu uangnya kemana,” tanya Nunung lagi.

Terkait pendistribusian bantuan, Nunung menganggap metode penyaluran bertahap yang diterapkan pemkot juga tidak efektif dan dikhawatirkan tidak tepat sasaran.

“Seharusnya dibagi tidak bertahap,” kata dia.

Sejak awal, Nunung meminta Pemkot mempertimbangkan bantuan kepada warga yang terdampak Corona berupa uang tunai. Selain penyalurannya mudah, juga celah korupsinya bisa diminimalisir.

Komentar


VIDEO TERKINI