Mantan Menkeu: Krisis Ekonomi 2008 Lebih Mudah Dibanding Pandemi Covid-19

Selasa, 21 April 2020 15:11

Chatib Basri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan Menteri Keuangan Periode 2013-2014 Chatib Basri mengatakan bahwa penanganan untuk kondisi perekonomian global yang saat ini goncang karena Covid-19 berbeda dengan krisis ekonomi pada 2008. Pasalnya, pada 2008 lalu, krisis disebabkan oleh subprime mortgage di Amerika Serikat.

“Pada waktu itu cara pemerintah mengatasi global financial crisis lebih mudah ketimbang sekarang,” kata dia dalam diskusi online, Selasa (21/4/2020).

Karena krisis subprime, perdagangan global terkena imbasnya. Pemerintah kemudian stimulus di mana barang yang diproduksi difokuskan pada kebutuhan pasar di domestik. “Jadi dikeluarkan stimulus fiskal untuk mendorong daya beli, pajak dipotong,” kata dia.

Atas langkah strategis tersebut, Indonesia pun berhasil masuk ke dalam negara yang tumbuh paling tinggi di dunia di kala krisis global. Pada saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,4 persen.

“Karena kita bisa memindahkan masalah eksternal menjadi fokus ke domestik dan domestik bisa dorong dan kita bisa survive (bertahan),” tuturnya.

Chatib kembali mengatakan bahwa penanganan krisis ekonomi 2008 tidak bisa dipraktikkan pada masa Covid-19 sekarang ini. Sebab, kali ini terdapat supply shock dan demand shock.

Tiongkok pun saat ini dikenal sebagai negara produsen terbesar dari banyak produk dan tidak bisa melakukan aktivitas perdagangan secara normal. Maka dari itu, semua negara merasa terpukul karena tidak mendapatkan pasokan akibat wabah Covid-19 tersebut.

Komentar