Milenial Nakal

Selasa, 21 April 2020 08:32

Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID– Inilah milenial sejati –yang tidak memikirkan proyek Rp 4,6 triliun sama sekali: Ahmad Alghozi.

Ia menciptakan aplikasi untuk diabdikan kepada negeri: tracking Covid-19 masa kini.

Ia tidak mengharapkan bayaran. Apalagi jabatan.

Ia sampai tidak tidur lima hari lima malam. Sampai aplikasi itu selesai.

Pun sampai gajinya di perusahaannya dipotong 50 persen. Ia pun tidak peduli.

Wabah Covid-19 begitu memukul nuraninya. Terutama ketika ada berita sampai ada dokter yang meninggal dunia.

Awalnya Alghozi –Ahmad Alghozi Ramadhan– prihatin dengan penampilan data Covid-19 yang amat tradisional. Yang tiap hari disiarkan di televisi itu.

Ia ingin menciptakan aplikasi dalam bentuk peta dan data. Yang petanya bisa diklik. Lalu muncul data di balik peta.

Ia tawarkan ke mana-mana. Tidak ada yang menyambutnya.

Semua pihak rupanya sibuk dengan penanggulangan. Bukan pencegahan.

Tapi dari jerih payah memasarkan aplikasinya itu muncul ide penyempurnaan: tracking. Rupanya ia menemukan kenyataan di lapangan: tracking lebih penting dari peta dan data.

Maka Alghozi menciptakan aplikasi ‘FightCovid19.id’.

Provinsi pertama yang menggunakan aplikasi itu adalah Bangka Belitung. Ada satu tokoh yang sangat peduli IT di Bangka: Prof.Dr.Ir. Saparudin.

Prof Udin –begitu panggilannya– memang orang Bangka. Setamat SMA ia kuliah di Universitas Sriwijaya Palembang –mengambil bidang studi matematika.

Komentar


VIDEO TERKINI