Napi Asimilasi Berulah, Ahmad Sahroni Dukung Polisi Tembak Mati

Selasa, 21 April 2020 11:59

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas narapidana asimilasi yang ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sejumlah narapidana yang mendapat hak asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali berulah dengan melakukan perbuatan tindak pidana. Bahkan, salah seorang napi berinisial AR terpaksa ditembak mati oleh jajaran Polres Metro Jakarta Utara karena melakukan penodongan di angkot M15 pada Sabtu (18/4) malam.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas narapidana asimilasi yang mengulangi perbuatannya. Politikus Nasdem itu mendukung aparat kepolisian untuk menembak mati napi yang kembali berulah.

“Sebagai pimpinan Komisi III, saya dukung kalau polisi ingin menembak mati atau menindak tegas kepada napi yang kembali berulah,” kata Sahroni kepada JawaPos.com (grup fajar.co.id), Selasa (21/2).

Sahroni menilai, napi asimilasi yang kembali berulah tidak relatif besar dari jumlah napi yang mendapat asimilasi dan integrasi. Tercatat pada Senin (20/4) kemarin, telah 38.822 napi yang dikeluarkan dari program asimilasi dan integrasi.

“Karena napi yang berulah hanya puluhan dari yang keluarkan atau tidak sampai ribuan dari 30 ribu napi yang dikeluarkan. Cukup Polri menindak tegas,” ujar Sahroni.

Menurutnya, jika terdapat napi yang kembali mengulangi perbuatannya untuk langsung dikembalikan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas). Kemenkumham perlu mencabut asimilasi atau integritas kepada napi tersebut.

“Mengenai napi asimilasi kalau dia berulah langsung saja dikembalikan ke Lapas tanpa proses pengadilan. Baru kemudian dievaluasi asimilasi napi itu dihapus atau bagaimana setelah wabah ini,” beber Sahroni.

Komentar