Nilainya Rp443 Miliar, DPRD Makassar Ingatkan Pemkot Hati-Hati Kelola Anggaran Covid-19

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Anggota DPRD Kota Makassar, Syamsuddin Raga, menyoroti Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp443 miliar.

Besaran anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja paket sembako untuk disalurkan ke warga yang terkena dampak virus Corona.

Yang menjadi catatannya adalah pemerintah dan pihak distributor dikhawatirkan melakukan permainan harga bantuan sembako tersebut.

"Belanja itu bisa jadi dinaikkan harganya, meskipun tidak dinaikkan tetapi mereka bisa mempermainkan ada aturan atau regulasi antara distirbutor dan pembeli. Itu kan biasanya, 10-15 persen. Kemana itu uang berarti tidak efektif kepada masyarakat," kata Syamsuddin Raga saat dijumpai di Kantor DPRD Kota Makassar, Selasa (21/4/2020).

Politisi Partai Perindo itu juga melihat peluang lain terjadinya korupsi pada pengadaan barang bantuan. Sebab pemberian batuan bukan dalam bentuk uang tunai, tapi dalam bentuk bahan kebutuhan pokok atau sembako.

Pemberian bantuan berupa uang tunai dirasa lebih efektif dan tepat guna.

"Lebih bagus dalam bentuk uang tunai saja. Karena bisa juga mengurangi mekanisme kerja dari aparat. Jadi tertuju dalam pengawasan saja. Kalau begini mereka bisa berbuat tentu ada orang di belakangnya," terang Syamsuddin.

"Kalau 60.000 paket harus tersuplai merata sebelum diberlakukan PSBB, setidaknya sekitar 12.000 paket per hari di setiap kecamatan," lanjutnya.

Lalu terkait sasaran penerima bantuan tersebut, Syamsuddin meminta tidak mengklasifikasi penerimanya. Seluruh warga tanpa terkecuali dinilai berhak menerima bantuan tersebut. Terlebih aturan PSBB tidak lama lagi diberlakukan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan