Infografis

Pembatasan Makin Ketat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Uji coba pelaksanaan PSBB di Makassar mulai dilakukan hari ini. Pembatasan akan lebih diperketat lagi.

PENGAWASAN ketat di seluruh wilayah kota akan dimasifkan. Khususnya di daerah-daerah perbatasan kota yang menghubungkan Makassar dengan Kabupaten Maros dan Gowa.

Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga sudah mulai diberlakukan. Para pengendara tak boleh lagi melintas jika tak sesuai dengan aturan. Baik kendaraan roda dua, roda empat, dan lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Makassar Mario Said menuturkan area perbatasan sudah mulai dilakukan penegasan. Terutama mengenai muatan penumpang bagi setiap kendaraan yang akan melintas.

“Sudah mulai dilakukan pengawasan seperti wajib menggunakan masker, tidak berboncengan bagi kendaraan roda dua, hanya setengah untuk kendaraan roda empat. Kalau lebih akan diimbau untuk turun,” tuturnya kepada FAJAR, malam tadi.

Beberapa hari terakhir, perbatasan kota selalu terjadi kepadatan lantaran adanya penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu tubuh. Kondisi itu bisa saja lebih parah jika masyarakat masih banyak yang beraktivitas di luar.

“Besok (hari ini) kan makin ketat. Bisa saja semakin terjadi penumpukan. Jadi mudah-mudahan masyarakat bisa memahami karena sudah kita sosialisasikan. Kita harap kalau tidak punya kepentingan jangan keluar,” sambung Mario.

Ada tujuh posko yang dibuka sebagai cek poin di perbatasan. Ketujuh posko tersebut di antaranya, perbatasan Maros-Perintis Kemerdekaan, Barombong-Metro Tanjung Bunga, Gowa-Sultan Alauddin, Gowa-Aroepala, Terminal Daya, Terminal Malengkeri, dan Dermaga Kayubangkoa.

“Dari dishub menempatkan tujuh personel di setiap posko. Itu belum Satpol PP, TNI, dan Polri. Tetapi, kalau ada diminta bantuan untuk patroli kita pasti juga akan turunkan personel ke sana,” tukasnya.

Patroli Pol

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Makassar Ismail Hajiali mengatakan selama PSBB berlangsung pengawasan di seluruh penjuru Makassar juga semakin masif. Personel di lapangan akan berpatroli pol (penuh) 24 jam.

“Tidak berlaku lagi jam malam. Pokoknya pagi, siang, dan malam dilakukan pengawasan. Personel di lapangan akan menyusuri seluruh wilayah,” ujarnya.

Masyarakat diimbau mengerti dengan kebijakan ini. Apalagi, PSBB diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran virus korona dengan membatasi mobilitas masyarakat.

“Jika masih ditemui ada kerumunan, maka akan kami tindak tegas. Sekarang bukan lagi kita beri imbauan. Penindakannya akan lebih represif. Misalnya, disemprot air menggunakan mobil damkar,” tegasnya.

Seluruh elemen mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan sudah dikoordinasikan. Jika ditemui ada yang membandel, maka akan langsung ditindaki.

“Sudah kita sampaikan ke RT/RW kalau masih banyak yang beraktivitas di luar rumah dan tidak ada kepentingannya langsung ditindak saja atau laporkan, maka langsung aparat yang turun tangan,” sambungnya.

Guyur Anggaran

Di sisi lain, Pemkot Makassar mendapat suntikan dana pemerintah pusat untuk penanganan pandemik Covid-19. Anggaran itu merupakan alokasi dana kelurahan.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Andi Rahmat mengatakan pekan ini ditransfer. Itu adalah dana kelurahan. Nanti direalokasi ke Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19.

Anggaran akan langsung diberi untuk setahun pengelolaan dana kelurahan. Dengan estimasi per kelurahan di atas Rp300 juta. “Dan kita ada 153 kelurahan. Akumulasi dari semua itu kita alihan ke BTT untuk Covid-19,” terangnya.

Dana kelurahan juga tetap tidak terserap seluruhnya. Kelurahan tetap akan mendapat suntikan dana sekitar Rp50 juta. Itu diperuntukkan untuk keperluan kebutuhan perangkat kelurahan hingga tingkat RT.
“Misalnya dimanfaatkan untuk mendirikan posko atau hal yang berkaitan dengan penanganan mendesak Covid-19 di wilayah masing-masing,” ucap dia.

Sebelumnya dana transferan pusat seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dipastikan tertunda. Sejumlah proyek di pemkot terdampak. Khusus dana kelurahan, pemerintah tetap melakukan kebijakan dengan memberi kewenangan di daerah masing-masing.

“Untuk dana kelurahan, pusat tetap ada transferan. Beda sama DAK di mana pusat mengalihkan juga untuk penanganan Covid-19,” terang Rahmat.

Sementara itu, perekonomian di Makassar diupayakan tetap berjalan maksimal. Kendati PSBB telah berlaku penuh per Jumat, 24 April.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Irwan Adnan mengatakan, target pendapatan memasuki triwulan II memang mulai menunjukkan kelesuan.

“Tetapi kita tetap bisa over atau mampu meraih pendapatan. Per Jumat, 17 April kemarin kita bisa over hingga Rp1,7 miliar,” ucapnya.

Kata Irwan di tengah pandemi posisi Bapenda saat ini bukan berorientasi dalam mengejar peningkatan PAD. “Tetapi bagaimana kita bisa pertahankan PAD. Meskipun kalau ada penurunan kita tak mau terjun bebas hingga 50 persen. Kita prediksi penurunan sekitar 20-30 persen,” terang Irwan.

Lambelu-Santri

Kadis Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan 25 ABK KM Lambelu positif Covid-19 dirujuk ke RS. Masing-masing 23 ke RS Dadi, 1 ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, dan 1 ke RS Daya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi.

“Mereka ini ada penyakit penyerta. Jadi akan dirawat baik di RS. Akan diuji swab lagi nanti,” tuturnya.

Khusus untuk santri pemudik yang terdeteksi positif lewat rapid test juga sudah ditangani. Saat ini mereka menjalani isolasi di gedung Balai Diklat. Sambil menunggu hasil uji swab.

“Kalau negatif mereka diperbolehkan kembali ke kampung masing-masing. Namun, tetap mesti menjalani isolasi mandiri,” tuturnya.

Kabid Lalu Lintas, Angkutan Laut, Operasi, dan Usaha Kepelabuhanan OP Pelabuhan Makassar, Sirajuddin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, puluhan ABK dan mitra yang dirujuk ke RS Dadi Makassar memiliki riwayat penyakit asma dan jantung.

Karena dianggap sangat rawan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ABK dan mitra KM Lambelu perlu pengawasan khusus. “Untuk mempermudah pengawasan, penanganan, dan pemantauan kepada ABK yang harus dirujuk ke rumah sakit,” kata Sirajuddin, kemarin.

Mereka ditangani tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar dan Dinas Kesehatan Sulsel bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

KM Lambelu yang merapat ke Pelabuhan Soekarno Hatta untuk menurunkan puluhan ABK, sudah kembali ke perairan zona karantina pada jarak dua mil dari pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.

Terpisah, General Manager PT Pelni Makassar Rudy Pentury mengatakan, puluhan ABK dan mitra KM Lambelu yang mendapat perwatan medis di RS Dadi Makassar merupakan tindakan kemanusiaan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemprov Sulsel dalam hal ini Dinas Kesehatan, Pemkot Makassar, KKP, Tim Gugus Covid-19 Sulsel, Petugas keamanan, dan pihak yang telah memberikan dukungan ditengan masa pendemi ini,” kata Rudy Pentury.(fik-ans)

Editor : Fadel

Comment

Loading...