Pengawasan Luput, Proyek di Desa Banyak Rapuh

Selasa, 21 April 2020 19:23

Anggota Komisi III DPRD Wajo melakukan monitoring pada proyek APBD di Desa Assorajang, tahun lalu.

FAJAR.CO.ID — Sejumlah proyek desa di Kabupaten Wajo dinilai tidak mengutamakan kualitas. Jauh dari perkotaan dan luput pengawasan menjadi penyebab.

Anggota Komisi III DPRD Wajo, Mustafa, mengatakan, pihaknya banyak menemukan proyek desa, utamanya di Dapil-nya, Kecamatan Tanasitolo – Majauleng, dikerjakan dengan abal-abal.

“Pembangunan fisik tahun 2019, seperti drainase dan talud kebanyakan saya (lihat) hancur pengerjaannya,” ujarnya, kemarin.

Contohnya, kata dia, proyek pembangunan talud di lapangan Desa Liu Kecamatan Majauleng, yang bersumber dari Dana Desa itu sudah roboh.

“Proyek ini perlu dipertanyakan. Curiganya galiannya tidak dalam. Jadi fungsinya untuk penahanan tidak maksimal,” tuturnya.

Legislator dari Fraksi Gerindra ini menyebutkan, jauhnya lokasi proyek dari perkotaan. Sehingga memicu pihak pelaksana melakukan pekerjaan abal-abal.

“Saya tidak akan diam. Kita dari dewan akan mengawasi semuanya. Selanjutnya akan kita sampaikan ke Inspektorat,” jelasnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Desa Liu, Andi Toro menyampaikan, pembangunan talud itu dikerjakan di awal tahun 2019 lalu. Rubuh pasca terjadi banjir pada Juni 2019.

“Kami sudah melakukan perencana perbaikannya. Secepatnya dikerja dinda,” tuturnya. (man/ADV Humas dan Protokol DPRD Wajo)

Bagikan berita ini:
9
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar