Proyek Jogging Track di Lapaukke Rusak Sebelum Rampung

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, SENGKANG -- Proyek pembangunan jogging track atau lintasan lari di Desa Lapaukke Kecamatan Pammana disorot. Sebab pengerjaannya rusak sebelum rampung.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu penggiat anti korupsi di Kabupaten Wajo, Syamsu Alam. Ia menduga terjadi dugaan korupsi pada proyek tersebut.

"Sejauh ini proyek itu belum dapat dirasakan manfaatnya. Sekarang mengalami kerusakan," ujarnya, Selasa, 21 April.

Kata dia, dalam penelusurannya. Dalam perencanaan pembangunan proyek senilai Rp130.080.000 dari Dana Desa tahun 2018 itu, juga tidak melibatkan masyarakat.

Bahkan, pada tahun 2020. Pemerintah Desa Lapaukke disinyalir menggelontorkan Dana Desa, sebagai upaya langkah cuci tangan atas kerusakan yang terjadi.

"Kami mengendus adanya dugaan kepala desa mencari keuntungan pribadi, sehingga proyek tersebut kualitasnya jauh dari apa yang diharapkan," katanya.

Kepala Desa Lapaukke, Muhammad Nasir berdalih, belum rampungnya pembangunan jogging track di sebabkan kondisi lapangan tersebut masih dalam keadaaan basah akibat sering diguyur hujan.

"Tidak rusak, cuma mau dulu dibenahi jalan masuknya karena habis dipakai stockfile yang dilalui alat berat pada pekerjaan beton baru baru ini, dan kalau sudah kering akan kami kerjakan sampai rampung," tutup Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Wajo ini. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...