Ramalan Roro Setya Dwi Widayanti soal Wabah Covid-19

Selasa, 21 April 2020 14:03

Ahli tarot Roro Setya Dwi Widayanti meramalkan kondisi tentang wabah corona. Foto: Ist

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Ahli tarot, Roro Setya Dwi Widayanti meramalkan badai wabah corona di Jateng akan mereda pada Juni 2020. Sementara dalam skala nasional, baru di bulan Agustus 2020.

Roro mengatakan corona memang tidak bisa tuntas 100 persen dalam waktu dekat ini. Lewat kartu tarotnya, dia meramalkan warga yang terinfeksi tetap masih ada setelah Juni, tapi tidak sebanyak saat ini.

“Puncaknya April ini. Mei mulai menurun. Juni membaik. Tapi belum tuntas 100 persen. Pasien tetap muncul, tapi sangat sedikit,” tutur Roro pada Selasa (21/4).

Dari ramalan kartu tarotnya, jumlah pasien positif di provinsi ini juga tidak sampai 500 orang. “Sekitar 470 orang. Yang meninggal, nggak banyak,” imbuh peramal asal Solo ini.

Menurut Roro, pemimpin Jateng mempunyai pengaruh besar dalam penanganan corona. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo punya strategi efektif dalam mengusir wabah di seluruh daerahnya.

“Jateng bisa lebih cepat dari nasional karena punya pemimpin bagus. Pak Ganjar itu strategical. Dia mau terjun langsung ke lapangan dan memantau perkembangan Covid-19 secara langsung,” bebernya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan yang ditetapkan gubernur. Mulai dari physical distancing, tetap di rumah, selalu memakai masker saat keluar, hingga tidak mudik saat Lebaran.

“Yang patut diwaspadai saat Lebaran karena biasanya pergerakan masyarakat tinggi,” tambahnya.

Terkait dampak ekonomi, lanjutnya, memang cukup mengkhawatirkan. Industri kain sangat terpukul. Usaha yang bergerak di bidang jasa juga terpengaruh.

“Usaha api tidak signifikan meningkat. Usaha logam menurun kecuali emas. Pegawai swasta harus banyak berhemat. Perbankan dan perdagangan lesu. Kuliner online stabil. Usaha yang akan tetap bertahan adalah bahan pangan, dan semua yang berasal dari tanah, seperti tanaman dan obat,” paparnya.

Dia meramalkan, industri besar yang menerapkan sistem kerja tiga shift bakal terpuruk. “Kebanyakan yang berada di kawasan industri,” katanya.

Meski begitu, setelah Juni, recovery ekonomi bisa cepat terbangun. Lagi-lagi, kata Tya, karena Gubernur Ganjar punya cara untuk mempercepat laju roda ekonomi.

“Dampak ekonomi tidak berlangsung lama karena pengaruh pemimpin Jateng. Apalagi, bahan pangan di sini bisa mencukupi sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut, Tya menuturkan, meski Jateng sudah mulai stabil pada Juni, wilayah DKI masih tetap berjibaku dengan corona.

Diramalkan, hingga Juni-Agustus, badai corona akan bergeser ke arah Timur. Bali, Lombok, Maluku, hingga Papua.

“Ini harus diwaspadai. Karena kalau tidak dibendung dan kasus di wilayah paling Timur Indonesia tinggi, perlu penanganan khusus karena tenaga medis di Pulau Jawa tidak bisa membantu,” tegasnya. (jpnn/fajar)

Komentar