Reagent Kosong, Beberapa Laboratorium Setop Uji Covid-19

Selasa, 21 April 2020 19:07

ILUSTRASI. Kekurangan reagent membuat aktivitas sejumlah laboratorium berhenti beroperasi menguji Covid-19. (Azam/Jawa P...

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Untuk menguji virus Corona pada seorang pasien, dibutuhkan beberapa pengujian. Salah satunya menggunakan model molekuler real time PCR.

Untuk menguji hasil swab dari nasofaring pasien atau cairan pasien, diperlukan cairan laboratorium yang bernama reagent. Dan Indonesia sedang kekurangan reagent.

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto. Menurut Achmad Yurianto, kekurangan reagent membuat aktivitas sejumlah laboratorium berhenti beroperasi menguji Covid-19.

“Jumlah laboratorium ada 37 yang menguji swab pasien Covid-19. Tapi beberapa lab terpaksa harus menghentikan aktivitasnya karena memang reagent yang dibutuhkan belum sampai,” kata Yurianto dalam konferensi pers, Selasa (21/4).

Meski begitu Yurianto menjamin bahwa reagent yang selama ini didatangkan, salah satunya dari Korea Selatan akan segera tiba. Setelah reagent datang, aktivitas laboratorium kembali efektif.

“Kami pastikan besok tiba dan langsung didistribusikan sehingga akan langsung beroperasi,” katanya.

Reagent adalah cairan laboratorium larutan atau cairan yang biasa digunakan di ruang laboratorium sebagai alat pencampur untuk menginvestigasi ada atau tidaknya reaksi kimia pada objek yang diteliti. Setelah itu spesimen akan diperiksa dengan mesin PCR.

Sejauh ini, sudah ada 50.370 spesimen yang diperiksa. Jumlah pasien yang diperiksa adalah 46.173. Satu pasien bisa diambil spesimennya sebanyak 4 kali.

Yurianto juga terus mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak. Langkah-langkah tetap tinggal di rumah harus dipatuhi. Jagalah agar kelompok rentan seperti dengan penyakit diabetes, jantung, hipertensi, TBC, dan kanker tidak tertular.

Komentar


VIDEO TERKINI