Tewas Dibacok di Jalan, Diduga Motif Asmara

Selasa, 21 April 2020 21:54

OLAH TKP: Petugas saat melakukan olah TKP sebelum mengevakuasi korban. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

FAJAR.CO.ID,PROBOLINGGO– Sahabon, 35 warga Dusun Tancak, RT 4/ RW 5, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Selasa sore (21/4) ditemukan tewas bersimbah darah di jalan, desa setempat. Di sekujur tubuhnya ditemukan sejumlah luka bacokan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sahabon diserang orang tak dikenal saat mengendarai motornya. Aksi penyerangan itu terjadi sekitar pukul 15.00.

Menurut Ruslan, Kepala Dusun Tancak, sore itu Sahabon mengendarai motor Yamaha Vixion warna putih tanpa pelat nomor. Ia melaju dari arah barat hendak ke timur.

Saat tengah mengendarai motornya, tiba-tiba korban dibacok dari belakang. Selanjutnya, para pelaku kabur. “Pada saat kejadian, saya tidak tahu pasti. Itu kata warga sini yang sempat melihat,” terang Ruslan.

Diakui Ruslan, Abon –sapaan akrab Sahabon- pernah punya masalah di kampungnya. “Saya tidak tahu masalah apa. Yang jelas, dia sempat lari dari kampung sekitar 4 bulan di Malang. Dua minggu terakhir, ia pulang. Mungkin dikira sudah aman,” beber

Luka bacok yang dialami Abon cukup parah. Mulai dari bagian kepala, muka, tubuh, kaki serta tangannya. Bahkan, tangan kirinya putus. Keluarga yang melihat pun hanya bisa menangis menyaksikannya.

Evakuasi cukup makan waktu karena warga berdesakan di lokasi kejadian. Warga seolah mengabaikan imbauan menjaga jarak untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Komentar