2.405 Jalani Rapid Test, 376 Mengarah Covid-19

Rabu, 22 April 2020 15:34

Ilustrasi tenaga medis--Faisal R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FAJAR.CO.ID, MATARAM — Pemerintah terus berupaya melakukan deteksi dini terhadap warga yang berpotensi tertular korona. Hingga Selasa (21/4) malam jumlah warga berisiko di NTB yang telah menjalani rapid diagnostic test (RDT) mencapai 2.405 orang.

Hasilnya 376 orang hasilnya reaktif atau mengarah ke positif. Pasien reaktif ini harus menunggu tes swab untuk melihat hasil apakah mereka positif atau negatif.

Warga dengan hasil reaktif terbesar didominasi Klaster Gowa Makassar mencapai 354 orang reaktif. Mayoitas mereka adalah jamaah tabligh yang pernah mengikuti Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulsel. Karena itulah Pemda memberi perhatian lebih pada klaster ini untuk mencegah penularan lebih luas.

“Tapi, menyalahkan teman-teman jamaah tablig tentu tidak tepat,” kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah melalui akun Facebooknya, Selasa (21/4).

Dia meminta mereka yang kebetulan pernah ke Gowa juga harus terbuka dan sadar bahwa covid-19 bukan aib dan bisa disembuhkan. Sehingga tidak perlu bersikeras untuk tidak mau di tes atau diperiksa. Pemprov, sudah mendata jamaah tablig klaster Gowa, jumlahnya lebih dari 1.000 orang.

Sementara itu jumlah Pasien Dalam Pengawasan PDP di NTB mencapai 300 orang, 185 orang masih dalam pengawasan dan 115 orang sembuh, sisanya 15 orang PDP meninggal. Orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya 4.522 orang, terdiri dari 847 orang dalam pemantauan dan 3.675 orangselesai pemantauan.

Komentar


VIDEO TERKINI