Abu Janda Singgung Cadar, Ini Respons Ulama NU

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Siapa yang tak kenal aktivis media sosial Permadi Arya. Ya, cuitannya di media sosial kerap memicu perdebatan. Yang terbaru, pria yang dikenal dengan nama Abu Janda ini menulis soal cadar dan RA Kartini.

Seperti diketahui, 21 April kemarin, merupakan hari lahir bagi pahlawan RA Kartini. Permadi Arya alias Abu Janda menulis ucapan selamat hari Kartini dengan mengunggah foto wanita bercadar dan wanita berkebaya.

Abu Janda mengatakan bahwa, RA Kartini menangis melihat kebaya telah diganti dengan cadar.

“”RA Kartini bisa nangis di alam baka kalo tau Kebaya mau diganti Cadar. Selamat hari Kartini #KartiniDay. NO DEBAT.” tulis Abu Janda dalam akun Twitter-nya @permadi aktivis, Selasa (21/4).

Cuitan ini memantik perdebatan. Bahkan salah satu Ulama Nahdatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen ikut menjawab cuitan Abu Janda tersebut.

Hosen mengatakan, memang wajah dan telapak tangan bukan aurat, tetapi tidak sepantasnya menilai wanita hanya dalam berpakain.

“Mas @permadiaktivis pendapat saya wajah perempuan gak termasuk aurat, sehingga gak wajib ditutupi. Tapi kalau ada yg mau bercadar, saya hormati. Toh gak ganggu saya apapun pilihan cara berpakaian dan alasan mereka. Buat saya terlalu sempit menilai perempuan semata dr pakaian,” tulis pria yang akrab disapa Gus Nadir ini.

Mendengar jawaban Gus Nadir, Abu Janda lantas meminta maaf. Dia pun meminta izin untuk berguru di Gus Nadir.

“ok gus kulo manut dawuh kyai meski sbenere msh debatable krn rata2 aktivis dakwah poligami itu cadaran mohon ijin ngaji karo jenengan ya gus.. kalo menurut gus @na_dirs apakah cadar itu syariat secara dalam AlQuran tidak ada satu ayat pun soal cadar & haditsnya pun dhoif,” tulis Abu Janda.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan