Ada yang Tak Wajar, Legislator DPR: Buktinya Belva Mengundurkan Diri

Rabu, 22 April 2020 13:25

Adhamas Belva Syah Devara mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi, Selasa (21/4/2020).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– CEO Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diduga pengunduran dirinya itu lantaran polemik keterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan menilik dari isi surat terbuka yang disampaikan, alasan pengunduran diri itu lebih pada menghindari asumsi persepsi yang bervariasi tentang posisinya sebagai Staf Khusus Presiden. Namun menurutnya, pengunduran diri itu tidak serta merta akan menghilangkan polemik dan perdebatan di publik.

Sebab, polemik itu sendiri muncul sebagai respons terhadap pemilihan Ruangguru yang ditunjuk sebagai mitra pelaksana Kartu Prakerja. Saleh sendiri memandang, semua aplikator pendidikan punya kesempatan yang sama dengan Ruangguru untuk terlibat dalam program ini. Akan tetapi, pemilihan Ruangguru ini dianggap luar biasa karena Adamas Belva yang menjadi Staf Khusus Presiden adalah CEO-nya.

“Orang menganggap itu tidak pantas. Ada kesan bahwa penunjukan itu tidak objektif. Dan menurut saya kesan itu wajar. Sebab, pada saat proses penunjukan, Adamas masih berstatus aktif sebagai Staf Khusus Presiden,” ujar Saleh kepada JawaPos.com, Rabu (22/4).

“Ada teman yang bilang, sayang sekali dia mundur. Katanya, kalaupun mundur, tetap saja polemiknya tidak selesai. Bahkan, orang akan mengatakan bahwa dia hanya mundur beberapa langkah untuk maju triliunan langkah,” tambahnya.

Komentar


VIDEO TERKINI