Berani Mudik, Siapkan Rp100 Juta untuk Bayar Denda

Rabu, 22 April 2020 11:35

Aktivitas warga yang bersiap pulang ke kampung hamaman-- FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang mudik lebaran 2020 di tengah bencana nasional Covid-19. Aturan ini mulai berlaku pada 24 April 2020 mendatang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengaku tengah menyiapkan aturan pembatasan transpotasi umum. Bahkan, bagi warga yang nekat mudik akan dikenakan sanksi sesuai aturan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Jadi sanksi yang paling ringan dengan mengembalikan kendaraan tersebut untuk tidak melanjutkan perjalanan mudik. Dipulangkan lagi,” kata Budi dikonfirmasi, Rabu (22/4).

Sanksi yang paling berat adalah kurungan penjara paling lama satu tahun dan atau denda maksimal Rp100 juta. Hal ini mengacu pada Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.

“Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)” demikian bunyi Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan.

“Sanksi itu bisa diterapkan dengan UU Kekarantinaan Kesehatan,” tegas Budi.

Sementara itu, dalam Pasal 9 ayat (1) menjelaskan, setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan. Hal ini semata sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Komentar


VIDEO TERKINI