Jokowi Diminta Evaluasi Keberadaan Staf Khusus Milenial, Bukhori: Khawatir Jadi Embrio KKN Baru

Rabu, 22 April 2020 19:13

Presiden Jokowi memperkenalkan 7 staf khususnya dari kalangan milenial. (Raka Deny/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan evalusi terhadap keberadaan Staf Khusus Milenial Presiden. Bukhori mengatakan Presiden Jokowi tidak punya beban psikologis terhadap para Staf Khusus tersebut, sehingga tak perlu sungkan mengevaluasi keberadaannya.

“Pak Jokowi sebagai Presiden tidak punya beban psikologis, sehingga sedianya berani melakukan evaluasi terhadap para staf-stafnya yang memanfaatkan posisinya,” ujar Bukhori kepada waratawan, Rabu (22/4).

Bukhori mencontohkan kasus Staf Khusus Presiden, Andi Taufan Garuda Putra‎ terbukti menyalahgunakan jabatannya dengan surat yang ditujukan kepada seluruh camat di Indonesia. “Saya khawatir jika tidak dievaluasi maka staf ini akan menjadi embrio KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme-Red) baru,” tegasnya.

Sehingga di tengah pandemi virus korona atau Covid-19 ini, menurut dia, seharusnya para Staf Khsusus Milenial ini tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Apalagi dengan menyalahgunakan jabatan.

“Jadi, ulah sebagian staf ini yang amat tidak patut dilakukan,” ungkap politikus PKS ini.

Diketahui ‎polemik muncul dari dua Stafsus Presiden Jokowi Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara. Andi Taufan Garuda Putra membuat kontroversi usai menerbitkan surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020.

Bagikan berita ini:
2
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar