Lima Harmal

Rabu, 22 April 2020 08:34

Mereka sudah intelektual –setidaknya sudah lulus S-1. Otak intelektualitasnya sudah mendapat pendidikan logika dan sistematika.

Mereka sudah banyak pengalaman –sudah lima tahun di dunia kerja. Pasti sudah pernah jatuh-bangun. Atau pernah mengalami banyak kepahitan.

Mereka punya fisik yang kuat –bisa tidak tidur dua harmal: meski tidak bisa lagi lima harmal.

Alghozi –dan anak muda seumurnya– adalah mereka yang sedang menuju puncak kejayaan seperti itu.

Bagaimana kalau sudah umur 28 tahun baru mendapat intelektualitas dan kemudaan saja –masih minus kematangan pengalaman?

Itu berarti saat umur 23 sampai 28 tahun kurang berani terjun ke medan perang –perang apa pun. Juga berarti belum pernah merasakan tidak tidur lima harmal.

Itu berarti selama umur 23 sampai 28 tahun hanya puas menjalani kehidupan yang datar-datar saja.

Tapi tidak ada masalah. Masih ada waktu dua atau tiga tahun lagi untuk banting stir: latihan ambil resiko.

Bagaimana kalau sudah 40 tahun belum bisa menggabungkan tiga keunggulan itu?

Bagikan berita ini:
4
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar