Mantan Bendahara Brimob Polda Sulsel Dituntut 3 Tahun 10 Bulan Penjara

Rabu, 22 April 2020 18:45

Ridwan Sahputra, Jaksa Penuntut Umum (JPU) disela-sela sidang di PN Makasssr.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp1 miliar, Iptu Yusuf Purwantoro, dituntut 3 tahun 10 bulan penjara.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar Ridwan Sahputra dalam sidang pembacaan tuntutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Zulkifl didampingi Heyneng dan Suratno di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (22/4/2020).

“Terdakwa kita tuntut maksimal sesuai dengan Pasal 378 KUHP pidana tentang penggelapan dan penipuan, yakni 3 tahun 10 bulan penjara,” kata Ridwan Sahputra.

Tak hanya tuntutan pidana maksimal, Jaksa Penuntut Umum juga menuntut agar eks Bendahara Brimob Polda Sulsel itu segera ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Makassar.

“Tadi dalam tuntutan kita juga minta ke Majelis Hakim agar terdakwa dimasukkan dalam sel tahanan Rutan Makassar,” terangnya.

Sekadar diketahui, Iptu Yusuf terseret dalam kasus ini, karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp1 miliar.

Awalnya, Iptu Yusuf meminjam uang Rp1 miliar dengan alasan untuk membayar Tunjangan Kinerja (Tukin) anggota Brimob Polda Sulsel. Termasuk berjanji saat meminjam 25 Mei 2018 lalu, akan mengembalikan pinjaman itu satu pekan kemudian setelah dana belanja pegawai cair dari KPPN II Makassar masuk ke rekening Bendahara Satuan Brimob Polda Sulsel pada 4 Juni 2018 lalu.

Bagikan berita ini:
9
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar